Pages

Materi Olahraga Aktivitas di Luar Kelas

Jumat, 28 Februari 2014

Pendahuluan

Kejenuhan yang ditimbulkan karena selama ini proses pembelajaran selalu di lakukan di dalam kelas, merupakan latar belakang munculnya konsep belajar di luar kelas atau yang lebih dikenal dengan Aktivitas Luar Kelas. Pendidikan yang selalu dilakukan di kelas selama ini sangat berpotensi menimbulkan kebosanan bagi siswanya, sehingga pengembangan dari aktivitas luar kelas sangatlah perlu dilakukan. Karena aktivitas luar kelas bisa dijadikan sarana alternatif dalam peningkatan kualitas manusia yaitu melalui alam. Konsep belajar dari alam adalah mengamati fenomena secara nyata dari lingkungan dan memanfaatkan apa yang tersedia di alam sebagai sumber belajar (Hari Yuliarto FIK UNY). Melalui alam, bisa meningkatkan pola fikir dan sikap mental positif seseorang.

Dengan alam kita bisa melakukan apa saja termasuk mengembangkan pengetahuan dan melakukan proses belajar yang tidak kalah efektif dengan proses belajar yang dilakukan dalam kelas. Proses belajar pada kegiatan luar kelas pada dasarnya adalah dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memperoleh pengalaman langsung dalam rangka penguasaan terhadap:

1. Konsep bunyi dan pengetahuan yang berkaitan dengan manusia dan sumber-sumber alam
2. Kecakapan hidup yang menghasilkan kesehatan, sejahtera, kreatif dan refreshing way of living
3. Sikap positif yang merefleksikan harmoni manusia dan alam

dengan demikian kegiatan luar kelas memberikan elemen-elemen yang penting bagi masyarakat yang sehat, produktif dan abadi (Tandiyo Rahayu FIK UNNES 2009).


Pengertian Aktivitas Luar Kelas

Pendidikan luar kelas merupakan aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas/ sekolah dan di alam bebas lainnya, seperti: bermain di lingkungan sekolah, taman, perkampungan pertanian/ nelayan, berkemah, dan kegiatan yang bersifat kepetualangan, serta pengembangan aspek pengetahuan yang relevan (Arief Komarudin, 2007). Dalam pengertian lain, Aktivitas Luar Kelas merupakan pendidikan yang dilakukan di luar ruang kelas atau di luar gedung sekolah, atau berada di alam bebas, seperti: bermain di lingkungan sekitar sekolah, di taman, di perkampungan nelayan/daerah pesisir, perkampungan petani/persawahan, berkemah, petualangan, sehingga diperoleh pengetahuan dan nilai-nilai yang berkaitan dengan aktivitas alam bebas (Tandiyo Rahayu FIK UNNES 2009). Dari dua pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa aktivitas luar kelas adalah proses pembelajaran yang dilakukan di luar kelas atau alam bebas, dengan memanfaatkan peralatan yang ada sehingga dapat memunculkan kreatifitas dan memperoleh pengetahuan serta rekreasi.


Konsep Utama dalam Pendidikan Luar Kelas

Melalui sudut pandang kependidikan, aktivitas pendidikan yang dilakukan di luar lingkungan sekolah atau di luar lingkungan formal persekolahan, setidaknya memuat 3 konsep utama, yaitu konsep proses belajar, aktivitas luar kelas dan lingkungan.

1.      Konsep Proses Belajar
Belajar melalui aktivitas luar kelas adalah proses belajar interdisipliner melalui satu seri aktivitas yang dirancang untuk dilakukan di luar kelas. Pendekatan ini secara sadar mengeksploitir potensi latar alamiah untuk memberi kontribusi terhadap perkembangan fisik dan mental. Dengan meningkatkan kesadaran terhadap hubungan timbal balik dengan alam, program dapat mengubah sikap dan perilaku terhadap alam.

2.      Konsep Aktivitas Luar Kelas
Pendekatan ini menggunakan kehidupan di luar ruangan dan kegiatan berkemah, yang memberikan banyak kesempatan bagi siswa untuk memperoleh dan menguasai berbagai bentuk keterampilan dasar, sikap dan apresiasi terhadap berbagai hal yang terdapat di alam dan kehidupan sosial. Bentuk-bentuk kegiatan luar kelas dapat berupa: berkemah, mendaki gunung, menjelajah, memancing, memasak, mempelajari alam, tinggal di pedesaan, primitive living, kerajinan tangan dan lain sebagainya.

3.      Konsep Lingkungan
Konsep lingkungan merujuk pada eksplorasi ekologi sebagai andalan mahluk hidup yang saling tergantung antara yang satu dengan yang lain. Tujuan utama program ini adalah untuk menjelaskan fungsi kita dalam alam semesta dan menunjukkan bagaimana menjaga kualitas lingkungan alam untuk kepentingan sekarang dan masa yang akan datang.


Tujuan Aktivitas Luar Kelas

Tujuan pendidikan yang secara umum ingin dicapai melalui aktivitas di luar ruang kelas atau di luar lingkungan sekolah adalah:
  • Membuat setiap individu memiliki kesempatan unik untuk mengembangkan kreativitas dan inisiatif personal
  • Menyediakan latar (setting) yang berarti bagi pembentukan sikap
  • Mengembangkan kesadaran, apresiasi dan pemahaman terhadap lingkungan alam dan bagaimana manusia memiliki relasi dengan hal tersebut
  • Membantu mewujudkan potensi setiap individu agar jiwa, raga dan spiritnya dapat berkembang optimal
  • Memberikan ‘konteks’ dalam proses pengenalan berkehidupan sosial dengan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk merasakan secara langsung
  • Memungkinkan siswa mengembangkan keterampilan dan ketertarikan terhadap kegiatan-kegiatan luar kelas
  • Menumbuhkan pemahaman untuk secara bijak menggunakan dan melindungi lingkungan alam
  • Mengenalkan berbagai kegiatan di luar kelas yang dapat membuat pembelajaran lebih kreatif
  • Memberikan kesempatan yang unik untuk perubahan perilaku melalui penataan latar pada kegiatan
  • Memberikan kontribusi untuk membantu mengembangkan hubungan guru-murid yang lebih baik melalui berbagai pengalaman di alam bebas
  • Memberikan kesempatan untuk belajar dari pengalaman langsung melalui implementasi bebas kurikulum sekolah diberbagai area
  • Memanfaatkan sumber-sumber yang berasal dari lingkungan dan komunitas sekitar untuk pendidikan



Macam-Macam Olahraga Petualangan

Aktivitas luar kelas tidak lepas dari olahraga petualangan karena olahraga petualangan dilakukan di alam bebas yang sangat sesuai dengan konsep aktivitas luar kelas itu sendiri. Sekarang ini jenis-jenis olahraga petualangan sudah banyak dan berkembang pesat sekali. Berikut ini beberapa jenis olahraga petualangan:

1.      Hiking

Hiking adalah kegiatan lintas alam. Menurut pakar latihan fisik di AS, hiking adalah cara yang menyenangkan untuk membentuk tubuh karena dilakukan di alam terbuka. Jadi bukan sekedar latihan aerobik yang efektif namun juga mampu membersihkan pikiran kita. Hiking menawarkan keseimbangan olah fisik dan olah pikiran.Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang betapa pentingnya kita menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk merefresh peserta dari kejenuhannya selama dalam bekerja.  Selain untuk merefresh diri, kegiatan hiking juga akan sangat bermanfaat dalam menumbuhkan rasa kebersamaan diantara peserta hiking. Selama melakukan hiking, kita akan disuguhi dengan berbagai pemandangan alam yang menarik seperti adanya air terjun, kebun teh, kebun pinus dan lain-lain tergantung dimana melakukan hiking. Selain membuat tubuh lebih banyak keluar keringat, melihat pemandangan berbeda juga dapat memanjakan mata.

Perlengkapan dan peralatan dalam hiking
1. Perlengkapan Kelompok
  • Tenda
  • Kompor (bisa berbahan bakar spiritus atau gas), untuk parafin sekarang jarang digunakan
  • Nesting (panci untuk memasak)
  • Kamera (wajib) + baterai cadangan atau membawa power bank
2. Perlengkapan Pribadi
  • Tas gunung/carier
  • Tas daypack/ransel kecil (cadangan)
  • Jaket gunung (dobel)
  • Pakaian (kaos, celana panjang/pendek)
  • Matras
  • Sepatu hiking
  • Sandal gunung (cadangan)
  • Sleeping bag
  • Senter/headlamp
  • Tongkat (optional)
  • Kacamata (bening dan hitam)
  • Kompas dan peta (optional)
  • Jam tangan 
  • Ponco/jas hujan
  • Kaos kaki (dobel)
  • Sarung tangan (dobel)
  • Topi rimba
  • Kerpus
  • Masker
  • Syal
  • Gaiter (penghalang pasir agar tidak masuk ke sepatu)
  • Korek api
  • Pisau lipat
  • Peralatan makan
  • Peralatan mandi
3. P3K
  • Tabung oksigen
  • Kapas
  • Tisu (basah dan kering)
  • Betadine
  • Alkohol
  • Obat diare (Norit)
  • Parasetamol
  • Obat Alergi (CTM)
  • Obat mata (visine)
  • Kain kassa/perban
  • Plester (Hansaplast)
  • Oralit
  • Minyak kayu putih
  • Sunblock
Teknik bertahan hidup di alam
Berasal dari kata survive, yang berarti berhasil/ mampu mempertahankan diri dari suatu keadaan buruk / kritis. Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan dirinya dalam keadaan yang buruk / krisis .
Sebelum melakukan survival kita lebih dahulu melakukan STOP yaitu :
S = Stop, berhenti
T = Thinking, mulai berfikir
O = Observasi, amati keadaan sekitar
P = Planning, buat rencana tentang tindakan atau usaha yang akan di lakukan

Huruf-huruf dalam kata Survival sendiri dapat kita jabarkan sebagai berikut
S=Size Up the Situation.( Menilai situasi)
Menyadari situasi, bahwa kita dalam kondisi bertahan hidup amatlah penting. Dengan begitu setiap gerakan dan perbuatan yang kita lakukan hanyalah untuk tujuan tersebut

U=Use All Your Senses,Undue Haste Makes Waste (gunakan semua Panca Indera,jangan membuat sampah)
Gunakanlah semua yang ada padamu. Namun janganlah bertindak terburu-buru tanpa terpikirkan dengan matang, karena cenderung akan sia-sia.

R=Remember Where You Are (Ingat,Dimana kamu)
Semakin kita mengingat dan mengenali dimana kita berada, makin mempercepat proses kita keluar dari kondisi survival.

V=Vanquish Fear and Panic (mengalahkan rasa ketakutan dan jangan panic)
Kuasai diri anda dari rasa takut dan panik, karena jika tidak itu makin memperburuk keadaan

I=Improvise ( Berimprovivasi)
Seorang survival dituntut pula bisa berimprovisasi. Baik dari benda yang ada di sekitarnya atau pun yang masih terbawa

V=Value Living ( Hargai hidup )
Haragi hidup. Dengan terus menyemangati jiwa anda bahwa anda harus terus hidup

A=Act Like the Natives ( Undang-Undang Seperti Pribumi )
Berusaha memahami adat, istiadat, tinglah laku sekitarnya juga sangat penting

L=Learn Basic Skills ( Pelajari Keterampilan Dasar )
Dengan memahami kemampan dasar seorang penggiat alam, khusunya ilmu survival akan sangat membantu kita lebih cepat mengatasi kondisi ini.

Factor – factor yang menjadi penyebab terjadinya survival :
- Kehabisan makanan
- Kehabisan minuman
- Kecelakaan dalam perjalanan
- Tersesat di daerah asing atau tidak di kenal

Ada beberapa permasalahan yang akan kita hadapi, yaitu masalah / bahaya yang ada di alam (bahaya obyektif), masalah yang menyangkut diri kita sendiri (bahaya subyektif). Ada beberapa aspek yang akan muncul dalam menghadapi survival:
1. Psikologis : panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan, dll.
2. Fisiologis : sakit, lapar, haus, luka, lelah, dll.
3. Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin, vegetasi, fauna, dll.

Ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan survival, selain faktor keberuntungan (nasib baik/pertolongan Tuhan tentunya), yaitu:
• Semangat untuk mempertahankan hidup.
• Kesiapan diri.
• Alat pendukung.

Beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menghadapi survival :
Perlindungan terhadap ancaman :
• cuaca,
• binatang,
• makanan/minuman
• penyakit

Hiduplah dengan segala yang ada disekitar kita, jangan menggantungkan diri pada bantuan orang lain untuk menyelesaikan tugas.
Dalam kalimat diatas pedoman yang harus digunakan adalah pedoman untuk HARUS HIDUP yang berarti :
H - Hadapilah situasi sulit dengan tenang dan bijaksana
A - Akal merupakan senjata ampuh
R - Rasa takut harus dihilangkan
U - Usaha melepaskan diri dari berbagai hal
S - Semangat dan tekad untuk mepertahankan hidup
H - Hormati adat setempat
I - Istirahat
D - Jangan sampai terjebak
U - Usahakan selamat dan jaga kesehatan
P – Praktekkan.

Untuk mengatasi keadaan cuaca yang dingin atau panas adalah dengan membuat bivak atau tempat berlindung sebagai sarana perlindungan yang nyaman bagi kita dari ancaman faktor-faktor alam yang ekstrim, selain itu agar badan kita tetap nyaman, usahakan selalu memakai pakaian yang kering.

2.      Bungee Jumping

Lompat bungee (bungee jumping) adalah sebuah aktivitas di mana seseorang melompat dari sebuah tempat tinggi (biasanya beberapa ratus kaki/meter) dengan satu ujung dari tali elastis yang ditempel di badan atau pergelangan kaki dan ujung talinya satunya terikat ke titik lompatan. Ketika seseorang melompat, tali tersebut tersebut akan melar setelah mengambil energi dari lompatan, dan peloncat akan terlontar balik ketika tali tersebut memendek. Peloncat akan berosilasi naik dan turun sampai energi dari loncatan habis.Kata bungee (dibaca banji) pertama kali digunakan pada tahun 1930 dan merupakan nama dari penghapus karet.

3.      Surfing

Surfing atau berselancar Merupakan salah satu kegiatan paling sulit untuk dikuasai. Olahraga ini memang mengasyikkan. Berdiri di papan selancar dan bersahabat dengan ombak tentunya memberikan pengalaman berbeda bagi sebagian orang.  Anda bisa menari dalam gulungan ombak, menikmati terik matahari, dan asinnya air laut. Meski demikian, Anda harus tetap waspada dengan segala resikonya. Ada prosedur standar yang perlu Anda perhatikan dalam melakukan olahraga ekstrim yang memacu adrenalin ini. Tapi jangan khawatir, sekarang ini banyak tempat wisata yang menawarkan program latihan surfing. Olahraga ini menantang sekaligus akan menyehatkan tubuh. Selain membuat tubuh lebih fit, surfing juga akan membentuk lengan, dada, dan punggung, saat Anda mendayung ke di atas ombak.

Perlengkapan dasar surfing
Awalnya, papan surfing terbuat dari kayu berbentuk seperti papan setrika. Ujung depannya (nose) agak bundar setengah lingkaran,dan ekornya (tail) rata. Seiring waktu, jenis papan surfing jadi beragam.
Itu mempermudah surfer saat bermain surfing. Para surfer sesuaikan papan mereka atas dasar jenis ombak, berat badan, dan level kemampuan. Biasanya, papan surfing terbagi atas ukuran feet dan inch.
Pakaian surf dapat terdiri dari baju surf dan celana surf atau hanya dengan menggunakan celana surf saja. Mungkin ada beberapa orang yang memang lebih nyaman surfing bertelanjang dada daripada harus mengenakan kaos surf lagi. Berikut adalah contoh-contoh pakaian surf dari brand-brand terkenal Australia.

Nama dan ukuran papan surfing
-Fish, buat ombak kecil. Ukurannya 5-6 feet.
-Egg, buat ombak kecil. Ukurannya 6-8 feet.
-Shortboard, buat ombak kecil dan menengah. Ukurannya 5,10-6,6 inci.
-Retro Single Fin, buat ombak menengah. Ukurannya 6,8-7,2 inci.
-Malibu/Longboard, buat ombak menengah dan tenaganya kuat. Ukurannya 9 feet.
-Funboard, buat ombak kecil, menengah, dan tenaganya kuat. Ukurannya 6,6-7,6 inci.
-Guns, buat ombak besar dan tenaganya kuat. Ukurannya 7-12 feet.
-Semi Guns, buat ombak menengah dan tenaganya kuat. Ukurannya 6,8-7,2 inci.
-Mini Tanker/Mini Malibu, buat ombak menengah dan tenaganya kuat. Ukurannya 7,6-8,2 inci.

Bagian papan surfing:
  • Nose adalah bagian ujung depan dari papan surfing. Nose yang berbentuk runcing seperti segitiga dan tipis dipakai para surfer pro atau yang sudah mahir. Yang agak bundar dan tumpul bagi surfer pemula.
  • Deck adalah bagian atas dari papan surfing, tempat surfer berdiri.
  • Bottom adalah bagian bawah dari papan surfing yang menghadap ke dalam air.
  • Rail adalah bagian pinggir papan surfing.
  • Fin adalah sirip yang berfungsi mengatur laju dan gerak papan surfing. Sirip ini dipasang di bagian belakang sisi bawah papan surfing.
  • Tail adalah bagian belakang atau ekor papan surfing. Tail beragam, antara lain pin tail, thumbnail tail, swallow tail, diamond tail, dan wing tail.
  • Stringer adalah kayu yang jadi lubang tengah dari papan surfing.
  • Leash Cup adalah lubang di bagian belakang papan surfing, tempat buat mengikat tali.


Surfing Aksesoris
Papan selancar untuk pemula adalah bagian utama dari peralatan yang orang belajar olahraga akan memerlukan tetapi ada aksesoris yang dapat membantu membuat olahraga lebih aman dan lebih menyenangkan. Sebelum mendapatkan keseimbangan yang baik pada papan selancar, peserta didik cenderung turun banyak dan oleh karena itu adalah ide yang bagus untuk memiliki tali untuk menjaga mereka terhubung dengan papan sehingga mereka tidak harus mengejar mereka setelah setiap musim gugur. Ini harus kira-kira sama dengan papan mereka. Untuk memberikan traksi yang baik untuk kaki pada permukaan licin, semua jenis papan selancar yang dilapisi dengan lapisan lilin surfing di dek atas tapi foamies adalah pengecualian.Surfers mungkin perlu wetsuit untuk menjaga diri hangat dan nyaman sementara mereka berselancar di perairan dingin.

Teknik dalam surfing
Tentukan Poin Keseimbangan – bagi pemula dianjurkan untuk menentukan point keseimbangan ditempat yang sama wax dapat digunakan, poin keseimbangan ini dibuat saat kamu telentang dipapan surfing dengan posisi dagu, posisi dagu inilah yang diberi tanda dengan wax, setiap saat posisi dagung yang sudah ditandai inilah sebagai acuan sehingga surf board kamu berreaksi sama setiap waktu (setiap saat).

Hidung papan selancar (ujungnya) masuk ke dalam air, dengan segera kembali keposisi dimana dagu berada (yang diberi tanda diatas tadi), untuk menyeimbangkan papan surfing mundur sedikit kebelakang dari tanda.

Terlalu membebani papan selancar dibagian belakang dengan berat tubuh anda, maju ke depan sampai papan surfing benar-benar stabil di atas air.

Di atas papan surfing, jangan melakukan banyak gerakan saat duduk atau berusaha duduk dipapan surfing karena ini akan menghilangkan efek keseimbangan di atas surf board bagi pemula yang belajar surfing, berusahalah untuk tenang. Salah satu kunci belajar surfing adalah sikap yang tenang.

Di atas papan surfing. Jangan berdiri tegak karena kamu akan terbalik, posisi berdiri merendah (seperti kuda-kuda), tangan diatas pinggang, mata menuju ke depan, kamu akan jatuh apabila mata melihat kebawa (menunduk)

Berlatihlah, latih teknik-teknik yang diajarkan instruktur surfing kamu didarat sebelum meluncur ke air.

4.      Snorkeling dan Diving

Pengertian dasar snorkeling adalah suatu teknik menikmati pesona keindahan dasar laut dengan menggunakan perlatan dasar selam berupa snarkle, fin (kaki katak) dan mask (kacamata renang). Jenis penyelaman ini dilakukan pada plaut dangkal karena tidak menggunakan alat bantu pernafasan berupa tabung oksigen.

Diving adalah penyelaman dengan menggunakan perlatan selam lengkap berupa Fin, Mask, Tabung oksigen beserta regulator. Teknik selam ini dapat digunakan pada kedalaman tertentu dari permukaan dengan bantuan tabung pernafasan.

Pada prinsipnya peralatan selam di bagi dalam 2 kelompok :
1. Skin Dive atau dalam Buku Petunjuk 1 Star SCUBA Diver CMAS – Indonesia disebut : “Peralatan Selam Dasar”. Terdiri dari : Masker, Snorkler, Fin (kaki katak), boot (sepatu selam) dan Lifevest (pelampung)

2. SCUBA Gear / Peralatan SCUBA, yang meliputi : BCD (Bouyancy Compensator Divice), Tabung, Regulator, Pressure & Deep Gauge (alat mengetahu isi tabung selama penyelaman dan tingkat kedalaman), serta Weightbelet (pemberat).

Teknik diving
Menjernihkan masker. Teknik ini bersifat mendasar dan wajib dikuasai oleh semua penyelam. Lakukan ini: Hirup udara dalam-dalam lewat mulut,  lalu sesaat sebelum mengeluarkan napas lewat hidung, buka sedikit bagian bawah masker agar air yang terperangkap di dalamnya dapat terdorong keluar. Tekanan udara dalam masker akan mencegah lebih banyak air yang masuk.

Regulator clearing. Ada kalanya regulator selang mengalami kebocoran air. Untuk menghadapinya, ada dua cara yang bisa Anda terapkan. Pertama, menekan tombol purge untuk mengeluarkan air secara otomatis dari regulator. Bila tombol tersebut bermasalah, Anda bisa melakukan cara klasik: Tiup regulator sekencang mungkin hingga airnya keluar. Lalu, bernapas sewajarnya untuk melihat apakah masih ada air yang tersisa. Lakukan terus hingga regulator steril dari air. 

Regulator retrieval/recovery. Ketika menyelam, ada kemungkinan mouthpiece akan terlepas karena beberapa hal, misalnya terkena kaki teman. Jangan panik! Ada dua cara yang bisa Anda lakukan. Pertama, dengan cara menyapu atausweeping. Ulurkan tangan ke depan, lalu buat gerakan menyapu ke samping paha hingga ke belakang (seperti membuat gerakan setengah lingkaran ke samping) hingga selang regulator akan tersapu oleh lengan. Cara kedua, posisi tangan di depan, lalu gerakkan menuju ke pundak belakang hingga Anda menemukan sambungan regulator dengan tabung. Telusuri hingga ke ujung regulator yaitu mouthpiece.

Teknik naik ke permukaan. Naik kembali ke permukaan membutuhkan teknik tersendiri (ascent technique) disertai prosedur yang ketat untuk menghindari risiko cedera. Hal utama yang harus diperhatikan adalah kecepatan naik yang aman ke permukaan, yaitu 9 m per menit.  Bernapaslah secara normal –jangan ditahan– agar tidak menyebabkan emboli udara di paru-paru. Lalu, berhentilah di safety stop, yaitu di kedalaman 5m selama 3-5 menit. Pastikan keadaan di permukaan aman sebelum kembali melanjutkan berenang. Sesampainya di permukaan, segera isi udara di rompi apung atau Buoyancy Compensator Device (BCD) untuk mengapung.  

Teknik berenang. Serupa dengan snorkeling, teknik berenang (swimming technique) ketika menyelam juga mengandalkan daya dorong dari kaki. Tangan hanya berfungsi untuk melakukan manuver di dalam air. Tip: Perhatikan ritme goyangan kaki Anda, jangan terlalu kencang karena dapat menguras tenaga lebih cepat dan menyebabkan kram. 


Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Luar Kelas

Pendidikan luar kelas pada dasarnya merupakan pendidikan lintas bidang studi, karena di dalam kegiatannya meliputi seni, ilmu alam, pendidikan jasmani dan home economic. Dapat dilakukan di mana saja, lapangan terbuka, hutan, tepi danau, cagar alam, kebun, museum, camping ground, atau kebun binatang. Pendidikan luar kelas merupakan salah satu dimensi dalam pendidikan jasmani,

di mana melalui program kegiatan ini diharapkan konsep diri siswa dapat dibentuk. Pengalaman semacam memanjat, merangkak, bergelantungan, dan berayun di alam bebas, yang merupakan bagian dari progam petualangan akan mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa. Pengalaman semacam ini dapat memenuhi kebutuhan psikis anak akan ‘rasa berhasil mengatasi rintangan’. Secara khusus, manfaat pendidikan luar kelas dalam membentuk kepribadian siswa menurut Bucher adalah sebagai berikut:

  1. Siswa belajar untuk hidup secara demokratis bersama anak-anak lain dan orang dewasa
  2. Siswa dapat belajar lebih banyak mengenai lingkungan fisik dan pentingnya kekayaan alam
  3. Kontribusi dan apresiasi terhadap aktivitas di luar ruang akan memperkaya dan meningkatkan kualitas hidup
  4. Kualitas hidup yang dimaksud akan membentuk mereka menjadi warga negara yang baik. Kualitas yang akan berkembang seperti: memiliki rasa tanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, mampu bekerja sama, dan jujur
  5. Mereka akan memberikan apresiasi yang lebih baik terhadap pentingnya kesehatan dan kebugaran
  6. Kecintaan untuk bertualang, yang biasanya sangat digemari oleh anak-anak dan remaja, akan tersalurkan melalui kegiatan luar kelas
  7. Siswa dirangsang untuk belajar tentang segala sesuatu yang terdapat di alam dan melihat serta dapat mengkaitkannya dengan materi pelajaran di kelas
  8. Siswa belajar untuk mengandalkan kemampuannya sendiri dalam mempraktekkan aturan-aturan hidup yang sehat
  9. Siswa juga belajar beberapa aturan dasar keselamatan (basics rules of safety)


Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa betapa pendidikan Aktivitas luar kelas sangat penting dan perlu sekali dikembangkan terutama para peneliti olahraga atau mahasiswa olahraga untuk mendalami aktivitas luar kelas. Karena melihat dari hal yang bisa didapat dari kegiatan yang disediakan oleh aktivitas luar kelas. Kegiatan dari aktivitas luar kelas ini  juga sangat mudah dilakukan tidak memerlukan biaya yang mahal tetapi memiliki manfaat yang sangat besar. Sekarang ini sangat banyak olahraga yang bisa dipraktekan dalam aktivitas luar kelas, kita tinggal  memilih yang mana yang pantas dilakukan sesuai dengan tingkat umur dan pendidikannya.

Refrensi
http://www.anneahira.com/olahraga/surfing
http://id.wikipedia.org/wiki/Lompat_bungee
http://www.ciwangunindahcamp.com/
http://anjartri-oe.blogspot.com/pendidikan-luar-kelas-pada-pelajaran.
http://www.riefki.com/10-macam-olah-raga-paling-berbahaya-di-dunia-menantang.aspx
http://tips-mendaki-gunung.blogspot.com
http://blog.uny.ac.id/hariyuliarto/2010/01/25/aktivitas-luar-sekolah/
http://pakaiansurf.wordpress.com/2013/06/28/perlengkapan-surfing/
http://e-kuta.com/blog/informasi/tips-belajar-surfing-untuk-pemula.html
http://www.jejaksibolang.com/2013/10/daftar-perlengkapan-dan-peralatan.html
http://indranicellizer.blogspot.com/p/teknik-bertahan-hidup-di-alam-bebas.html
http://www.menshealth.co.id/kesehatan/antar.kita/5.teknik.diving.wajib.dikuasai/004/004/57
Read more ...

Respon Terhadap Seni Pertunjukan Tradisional Dan Modern

Kamis, 27 Februari 2014
Banyak orang beranggapan bahwa tradisional dan modern adalah dua hal yang saling berlawanan membentuk oposisi biner. Hal tersebut kemudian memicu anggapan bahwa tradisional adalah  hal-hal yang berbau kuno dan tidak dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman, sedangkan modern mengacu kepada sifat-sifat yang terbarukan (up to date) dan selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, maka yang tradisional dianggap akan tergilas dengan yang modern. Pada kasus perkembangan seni, banyak orang menganggap bahwa kesenian tradisional akan kalah dengan kesenian modern karena kesenian modern dianggap lebih mampu dalam hal memuaskan jiwa atau batin masyarakat. Kesenian modern diartikan sebagai seni yang lahir mengikuti gerak zaman dan selalu kontemporer (terbarukan).

Terdapat kesenian tradisional yang pendukungnya masih banyak, tetapi terdapat pula kesenian tradisional yang pendukungnya mulai surut. Kondisi semacam ini bukanlah hal yang mengkhawatirkan karena merupakan sesuatu yang alamiah (sunatullah). Hanya kesenian yang mampu beradaptasi dengan perubahanlah yang akan tetap eksis. Adaptasi dengan perubahan zaman biasanya dilakukan dengan melakukan modifikasi agar sesuai dengan tuntutan zaman. Dan yang lebih penting, sebagaimana definisi yang dibuat oleh Kasim Achmad, eksistensi kesenian tradisional sangat tergantung kepada bagaimana generasi tua dalam menyiapkan generasi penerus yang akan mengelola kesenian tradisional tersebut di kemudian hari. Jika mereka tidak menyiapkan regenerasi kesenian tradisional dengan baik, terutama untuk para pemainnya, maka masa depan kesenian tradisional tersebut akan terancam.

Hal itu terjadi karena, tampaknya dewasa ini dunia seni pertunjukan tradisi kita dihadapkan pada persoalan-persoalan riil yang belum sepenuhnya dapat terjawab atau terselesaikan dengan baik. Persoalan-persoalan tersebut antara lain: pertama, belum teridentifikasi dengan baik berbagai masalah riil yang dihadapi oleh para pelaku seni pertunjukan tradisi di Indonesia. Kalaupun ada, informasi-informasi itu masih berserakan dan belum tersusun dengan baik, rapi, serta terpadu. Misalnya, informasi mengenai problem seni pertunjukan tradisi di Indonesia yang dibundel dalam satu laporan penelitian atau survei. Kedua, oleh karena minimnya informasi yang lengkap itu, maka problem lain seperti bagaimana seharusnya pemerintah memfasilitasi dan memberi ruang bagi pengembangan program bagi para pelaku seni pertunjukan tradisi juga kurang dapat terpecahkan. Belum lagi mengenai pertanyaan bagaimana kemudian stakeholders dapat berperan untuk, sebagai contoh nyata, mengembangkan seni pertunjukan tradisi demi kepentingan industri budaya dan/atau pariwisata di Indonesia.

Anggapan di atas tentu saja bisa benar dan bisa pula salah. Menjadi benar jika kita melihat realitas di lapangan bahwa sebagian besar kesenian yang lahir pada masa lalu dan dianggap sebagai seni tradisional, sebagian telah mengalami kekurangan pendukung, sehingga ada kekhawatiran akan mengalami kepunahan. Sementara di sisi lain, generasi yang lahir belakangan telah melahirkan kesenian baru yang sama sekali berbeda dengan kesenian sebelumnya, dan memiliki pendukung yang jauh lebih banyak dan lebih eksis. Kondisi semacam itu oleh sebagian kalangan dianggap mengkhawatirkan, karena jika pendukung kesenian tradisional terus mengalami kemerosotan maka kesenian tersebut betul-betul akan punah ditelan zaman.
Read more ...

Film The Hunger Games – Catching Fire

Rabu, 26 Februari 2014

The Hunger Games
Ketika The Hunger Games dirilis tahun lalu, kita dengan sesegera mungkin membandingkannya dengan seri film The Twilight Saga. Tidak aneh memang, selain karena kedua jalan ceritanya dipimpin oleh sosok karakter utama wanita yang begitu dominan, baik The Hunger Games dan seri film The Twilight Saga (2008 – 2012) juga melibatkan jalinan kisah cinta segitiga yang, tentu saja, tampil begitu menggiurkan bagi kalangan penonton young adult yang memang menjadi target penonton utama bagi kedua seri film ini. 

Meskipun begitu, The Hunger Games kemudian membuktikan kekuatannya ketika berhadapan dengan  faktor kritikal maupun komersial: The Hunger Games tidak hanya mampu menarik perhatian penonton dalam skala besar – total pendapatan sebesar lebih dari US$ 691 juta dari biaya produksi yang “hanya” mencapai US$78 juta – namun juga berhasil meraih pujian luas dari para kritikus film dunia, khususnya atas susunan cerita yang lebih kompleks dan menegangkan daripada The Twilight Saga serta penampilan Jennifer Lawrence yang begitu memikat.

The Hunger Games: Catching Fire sendiri merupakan sekuel pertama bagi The Hunger Games yang juga masih diadaptasi dari seri novel berjudul sama karya Suzanne Collins. Beberapa perubahan terjadi dalam proses produksi film ini. Kursi penyutradaraan The Hunger Games: Catching Fire kini diduduki oleh Francis Lawrence (Water for Elephants, 2011) yang menggantikan posisi Gary Ross. Dan, yang membuat The Hunger Games: Catching Fire tampil lebih menjanjikan, naskah ceritanya kini ditangani oleh dua penulis naskah kaliber Academy Awards, Simon Beaufoy (127 Hours, 2010) dan Michael Arndt (Toy Story 3, 2010). Deretan nama-nama baru dalam proses produksi The Hunger Games: Catching Fire ternyata mampu memberikan nafas baru yang sangat menyegarkan bagi film ini. Tidak hanya tampil lebih baik dalam bercerita dari seri pendahulunya, The Hunger Games: Catching Fire juga terasa lebih padat dan kuat dalam mencengkeram sisi emosional penontonnya – hal yang mungkin tidak akan pernah dibayangkan kebanyakan orang untuk datang dari sebuah seri film yang dianggap sebagai pengganti posisi seri film The Twilight Saga.

Kisah trilogi The Hunger Games berlanjut ketika Katniss Everdeen, bersama teman satu distriknya, Peeta Mellark, berhasil mengelabui Capitol dan memenangkan The Hunger Games. Catching Fire menceritakan kehidupan Katniss setelah ia menjadi pemenang dan merasakan kemewahan yang diberikan oleh Capitol padanya dan Peeta. Namun Katniss dan Peeta tidak merasa senang, melainkan menyesal dan merasa berdosa karena menyebabkan peserta lainnya tidak selamat. Perasaan menyesal itu bertambah ketika Tur Kemenangan keliling Distrik diadakan, dimana Katniss dan Peeta harus berhadapan dengan keluarga peserta yang tidak selamat di Arena dan menyampaikan permintaan maaf kepada penduduk distrik yang telah kehilangan slaah satu anggota distriknya.

Katniss dan Peeta
Capitol yang sebelumnya marah akibat perlakuan Katniss dan Peeta yang mengelabui mereka dalam Games, jadi semakin panas. Mereka menganggap Katniss dan Peeta telah memulai pemberontakan. Maka di tahun berikutnya, Capitol mengadakan Quarter Quell (perayaan The Hunger Games ke 75) dan berbeda dengan tahun sebelumnya, Capitol memutuskan untuk mengambil peserta dari para Pemenang The Hunger Games yang masih hidup. Katniss dan Peeta, yang belum selesai menghadapi trauma pasca games, diharuskan untuk ikut dalam perayaan tersebut dan kembali ke Arena untuk bertarung sampai mati melawan Pemenang Hunger Games ditahun-tahun sebelumnya.

Keberadaan Simon Beaufoy dan Michael Arndt dalam departemen penulisan naskah The Hunger Games: Catching Fire jelas memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi peningkatan kualitas jalan cerita film ini. Jika jalan cerita The Hunger Games sepertinya lebih berusaha untuk memberikan fokus pada kisah asmara yang terbentuk antara karakter Katniss dan Peeta – dengan hubungan antara karakter Katniss dan Gale menjadi kisah bayangannya, maka The Hunger Games: Catching Fire jelas memberikan ruang yang lebih luas bagi elemen-elemen penceritaan lain untuk dapat berkembang. Jangan salah. Romansa yang terbentuk antara ketiga karakter tersebut masih dihadirkan dalam penceritaan The Hunger Games: Catching Fire. 

Hanya saja, daripada menjadikannya sebagai sebuah sajian utama, Beaufoy dan Arndt memilih untuk menyajikan kisah romansa tersebut sebagai bagian tidak terpisahkan dari sebuah jalinan kisah yang lebih universal lagi. Keterikatan antara kisah romansa dengan elemen-elemen penceritaan lain dalam jalan cerita The Hunger Games: Catching Fire inilah yang membuat film ini mampu bercerita lebih kuat dan jauh, jauh lebih emosional dibandingkan dengan The Hunger Games.

Tidak hanya dari sisi cerita. Beaufoy dan Arndt juga berhasil memberikan pendalaman karakter yang lebih luas bagi banyak karakter pendukung. Lihat bagaimana karakter Effie Trinket (Elizabeth Banks) yang kini tampak lebih humanis daripada sebelumnya. Atau karakter Gale dan Primrose Everdeen (Willow Shields) yang diberikan ruang yang lebih luas untuk bercerita. Keberhasilan Beaufoy dan Arndt untuk membangun susunan cerita yang lebih padat dan berisi kemudian mendapatkan eksekusi yang begitu cerdas dari Francis Lawrence. Lawrence menggarap The Hunger Games: Catching Fire secara perlahan dengan memberikan ruang yang cukup bagi penonton untuk mencerna apa yang telah terjadi dalam seri sebelumnya sekaligus memberikan gambaran mengenai insiden yang akan berjalan di seri ini. 

Ritme penceritaan memang terasa berjalan lamban di awal film. Namun hal itu kemudian berubah dan terasa berjalan begitu cepat ketika The Hunger Games: Catching Fire telah menginjak konflik utamanya. Paduan penceritaan dan pengarahan yang padat inilah yang kemudian berhasil membuat The Hunger Games: Catching Fire tampil begitu emosional sekaligus menegangkan – bahkan akan berhasil membuat penonton menggeram di kursi mereka ketika film ini berakhir dan menyadari bahwa lanjutan kisah berikutnya baru akan hadir setahun kemudian.

Jennifer Lawrence

And let’s talk about Jennifer Lawrence. Lawrence adalah bintang utama dalam presentasi kisah The Hunger Games: Catching Fire dan Lawrence berhasil menarik seluruh perhatian penonton untuk tertuju padanya setiap kehadiran karakter Katniss Everdeen di dalam jalan cerita. Karakter Katniss Everdeen jelas adalah sosok karakter yang begitu istimewa – tidak pernah digambarkan sebagai seorang pahlawan yang berusaha untuk menyelamatkan semua orang yang membutuhkan namun dengan kepribadiannya berhasil menggerakkan semua orang untuk menjadi pahlawan bagi diri mereka sendiri. Sosok karakter yang kuat dan rapuh di saat yang bersamaan. Lawrence dengan penuh kesungguhan menghidupkan karakter tersebut dengan baik dan sangat, sangat mengesankan.

Tidak hanya Lawrence, barisan pemeran pendukung dalam The Hunger Games: Catching Fire juga tampil lugas dalam memerankan karakter yang mereka perankan. Diantara para pemeran pendukung tersebut, Philip Seymour Hoffman, Sam Claflin dan Jena Malone berhasil tampil mencuri perhatian dalam penampilan akting mereka yang sangat kuat. The Hunger Games: Catching Fire juga didukung dengan kualitas tatanan produksi yang maksimal. Sinematografi arahan Jo Willems mampu memberikan deretan gambar yang begitu nyaman untuk disaksikan. Tata musik arahan James Newton Howard juga berhasil memberikan tambahan emosional bagi banyak adegan yang hadir dalam penceritaan The Hunger Games: Catching Fire.


Hadirnya Francis Lawrence, Simon Beaufoy dan Michael Arndt ternyata mampu mengangkat kualitas presentasi cerita dan pengarahan dari The Hunger Games: Catching Fire. Berkat jalinan cerita yang padat dari Beaufoy dan Arndt, The Hunger Games: Catching Fire tidak lagi terasa sebagai sebuah seri penceritaan yang berusaha menyenangkan para penonton young adult saja. Beaufoy dan Arndt memastikan bahwa penceritaan dari seri The Hunger Games turut bertambah dewasa seiring dengan berlanjutnya penceritaan seri film ini. Di kursi penyutradaraan, Lawrence mampu mengarahkan jalan ceritanya dengan sangat solid, menggarap cerita The Hunger Games: Catching Fire dengan ritme penceritaan yang tepat sekaligus mendapatkan penampilan akting terbaik dari jajaran pengisi departemen aktingnya, khususnya Jennifer Lawrence yang sekali lagi tampil begitu bersinar sebagai Katniss Everdeen. 

Sulit untuk membayangkan bagaimana seri berikut dari The Hunger Games akan mampu menyaingi penampilan kualitas dari The Hunger Games: Catching Fire. Sebuah sajian yang tetap menghibur namun lebih padat berisi dalam penyampaiannya. Intinya ini film sangat seru dan menghibur.
Read more ...

Simulasi SIMAK UI di Kuningan

Kamis, 20 Februari 2014
Awal Februari tepatnya pada hari minggu tanggal 2 Februari 2014, Kemuning UI (Keluarga Mahasiswa Kuningan Universitas Indonesia) mengadakan Simulasi SIMAK UI. Event ini diselenggarakan di GOR Ewangga, Kuningan.

Tujuan diselenggarakannya acara ini ialah mensosialisasikan tentang Universitas Indonesia. Acara ini diikuti oleh para pelajar SMA Kuningan. Peserta akan merasakan dan mengetahui tingkat kesulitan dari tes SIMAK UI, sehingga tes ini bisa jadi tolak ukur untuk tes SIMAK UI yang sesungguhnya.

Banyak pelajar yang antusias mengikuti acara ini. Mereka ingin mengetahui tentang soal-soal SIMAK UI dan kampus UI, bagaimana kuliah disana, biaya hidupnya, dll. Ini menunjukkan bahwa banyak pelajar Kuningan yang ingin melanjutkan pembelajarannya di Universitas Indonesia, mengingat UI adalah top 3 universitas terbaik se-Indonesia.

Rangkaian acara tak terhenti pada simulasi SIMAK UI saja, ada sesi-sesi lain yang telah disiapkan oleh panitia, seperti seminar motivasi, bedah kampus, bagi-bagi hadiah (door prize).


Teman sekelas saya mengaku senang mengikuti acara tersebut, walaupun ia tak mendapat door prize, tapi setidaknya ia mendapat ilmu yang berharga dari acara ini.
Read more ...

Kajian Seni Pertunjukan Modern Dan Tradisional Berdasarkan Sudut Pandang Kebudayaan

Rabu, 19 Februari 2014

Deskripsi

Musik merupakan sebuah kesenian sekaligus sarana hiburan yang tercipta dari suara atau bunyi-bunyian yang disusun sedemikian rupa sehingga terkandung irama, harmonisasi, dan lagu yang enak didengar. Secara garis besar musik terbagi menjadi dua jenis yaitu musik tradisional dan musik moderen keduanya memiliki perbedaan yang signifikan bisa kita kenali bedasarkan ciri instrumen yang digunakan serta lagu yang dibawakan.

Musik tradisional sebagai sarana hiburan musik juga bisa dijadikan sebagai cerminan kebudayaan yang berkembang diwilayah setempat. inilah definisi yang melekat pada pengertian musik tradisional. Musik tradisional Indonesia bisa ketahui dari instrumen atau alat musik lagu yang menggunakan bahasa khas suku tertentu, serta karakteristik yang amat khas mencirikan budaya yang ada di Indonesia.

Musik Moderen adalah musik yang sudah mendapat sentuhan-sentuhan teknologi baik dari segi instrumen maupun penyajian, musik moderen selalu berkembang dan ada pembaharuan seiring berkembangnya zaman, musik moderen bersifat universal serta menyeluruh sehingga semua orang bisa saja mengerti, memahami, dan menikmati musik moderen tersebut.

Seni pertunjukan moderen dan tradisional merupakan seni yang memadukan antara tarian dengan nyanyian. Dimana tarian pada seni pertunjukan moderen  yang di pertontonkan adalah tarian moderen yang sering di lakukan oleh dancer masa kini dan lagu yang di nyanyikan pun diambil dari lagu lagu masa kini. Sedangkan seni pertunjukan tradisional tarian yang di pertontonkan adalah tarian khas dari daerahnya masing masing dan tak kan lepas dari adat daerahnya tersebut.

Persamaan Dan Perbedaan Seni Pertunjukan Tradisional Dan Modern

Keduanya sama sama memadukan tarian dengan lagu yang dilakukan secara berkelompok,mempunyai tujuan untuk menghibur orang banyak,membutuhkan kekompakan dan konsentrasi yang tinggi, dan pertunjukan di lakukan di atas panggung. Sama sama memiliki fungsi sebagai sarana hiburan, aktualisasi diri, sarana ritual, dan pengiring tarian.

Seni musik moderen banyak menggunakan properti , alat musik yang di pakai alat musik moderen ,menggunakan bahasa internasional, kostum tidak harus seragam, yang penting sesuai dengan tema acara, kostum mengikuti trend zaman sekarang ,gerakan tariannya bebas dan tidak teratur satu sama lain personilnya, tata panggung lebih moderen dan spektakuler, lagu dan tarian yang mereka bawakan adalah lagu dan tarian moderen yang mereka buat sendiri, dan penampilan yang di tunjukan diambil dari gaya gaya moderen masa kini.

Seni musik tradisional menggunakan properti dan tata panggung yang sederhana, alat musik yang di pakai alat musik tradisional, menggunakan bahasa daerah, pakaian seragam (kompak), gerakan personilnya teratur satu sama lain, tariannya mengandung nilai luhur, memakai kostum yang sederhana namun menarik, penampilan di tunjukan sesuai daerahnya, lagu dan tarian yang di bawakan merupakan  lagu dan tarian tradisional yang sudah ada sejak dulu, penampilan yang di tunjukan sesuai  dengan daerahnya, dan tata panggung dibuat lebih sederhana

 Musik tradisional merupakan proses untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Baik sebagai ritual maupun sebagai hiburan. Musik moderen cenderung berkembang berdasar teknik komposisi dan praktek memainkan alat musik. Sehingga musik moderen bisa dikelompokkan menurut jaman dan gaya musiknya.

Seni Petunjukan Musik Tradisional Dan Modern Dilihat Dari Sudut Pandang Kebudayaan

Ditinjau dari sudut pandang kebudayaan seni pertunjukan tradisional masih sangat kental akan unsur unsur budayanya. Terdiri dari unsur yang sederhana namun memiliki tingkat kesulitan dalam melakukannya. Penyebarannya pun bersifat kedaerahan,artinya perkembangan musik ini lebih berkembang pesat di daerah asalnya . namun walau begitu ada pula seni musik tradisional yang sudah di daerah bukan asalnya. Seni musik tradisional pun masih kurang di minati  karena banyak anggapan yang mengatakan itu kuno,bahkan kebanyakan orang tidak tahu mengenai musik tradisional . musik tradisional mencerminkan nilai nilai kebudayaan,karena musiknya memiliki makna adat istiadat tertentu.

Musik tradisional pun identik dengan musik yang halus dan lembut. Berbeda dengan seni prtunjukan moderen, seni pertunjukan ini mencerminkan budaya hedonisme. Jadi seni pertunjukan yang cocok dengan kebudayaan indonesia adalah seni  pertunjukan musik tradisional.

Seni pertunjukan moderen apabila di tinjau dari kebudayaan indonesia, Musik moderen memiliki cakupan yang lebih luas daripada musik tradisional yang cakupannya mengenai adat istiadat di sekelilingnya . seni pertunjukan moderen lebih memadukan budaya campuran dan menampilkan gaya panggung yang mencontoh budaya barat.seni musik moderen terdiri dari unsur unsur yang lebih kompleks di lengkapi dengan alat yang moderen pula. Dalam segi penyebarannya pun sangat cepat dan mudah di terima oleh masyarakat. 

Dalam hal budaya masuknya seni musik moderen sedikit menggeser seni musik lokal. Seni musik moderen lebih banyak di minati.seni pertunjukan tersebut kurang sesuai dengan kebudayaan indonesia. Musik moderen seperti k-pop identik dengan lagu lagu pop,sedangkan indonesia musiknya bernuansa melayu dan lembut. Musik moderen juga tidak mempunyai makna adat istiadat indonesia.

Tanggapan Masyarakat Terhadap Seni Pertunjukan Tradisional Dan Modern

Banyak orang beranggapan bahwa tradisional dan modern adalah dua hal yang saling berlawanan membentuk oposisi biner. Hal tersebut kemudian memicu anggapan bahwa tradisional adalah  hal-hal yang berbau kuno dan tidak dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman, sedangkan modern mengacu kepada sifat-sifat yang terbarukan (up to date) dan selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Dengan demikian, maka yang tradisional dianggap akan tergilas dengan yang modern. Pada kasus perkembangan seni, banyak orang menganggap bahwa kesenian tradisional akan kalah dengan kesenian modern karena kesenian modern dianggap lebih mampu dalam hal memuaskan jiwa atau batin masyarakat.

Kesenian modern diartikan sebagai seni yang lahir mengikuti gerak zaman dan selalu kontemporer (terbarukan). Banyak orang yang pesimis dengan masa depan kesenian tradisonal. Masalahnya banyak kasus menunjukkan bahwa kesenian tradisional seolah-olah hidup segan mati tak mau akibat tergilas oleh zaman.

Rasa pesimis terhadap masa depan kesenian tradisional Jawa sudah dirasakan sejak awal abad ke-20, sebagaimana disampaikan oleh musikologis Belanda, Jaap Kunst, yang banyak meneliti kesenian tradisional di Jawa. Pada tahun 1934 ia meninggalkan Hindia Belanda untuk pulang ke negeri Belanda.

Pada masa sekarang ini seni pertunjukan tradisional cukup efektif pula sebagai media penerangan atupun kritik sosial, baik dari pemerintah atau dari rakyat. Misalnya pesan-pesan pembangunan, penyampaian informasi dan lain-lain. Sebaliknya rakyat dapat mengkritik pimpinan atau pemerintah secara tidak langsung misal lewat adegan goro-goro pada wayang atau dagelan pada ketoprak. Hal ini disebabkan adanya anggapan mengkritik (lebih-lebih) pimpinan /atasan adalah "tabu". Melalui sindiran atau guyonan dapat diungkap tentang berbagai ketidakberesan yang ada, tanpa menyakiti orang lain.

Sebagai media tontonan seni pertunjukan tradisional harus dapat menghibur penonton, menghilangkan stress dan menyenangkan hati. Sebagai tontonan atau hiburan seni pertunjukan tradisional ini biasanya tidak ada kaitannya dengan upacara ritual. Pertunjukan ini diselenggarakan benar-benar hanya untuk hiburan misalnya tampil pada peringatan kelahiran, resepsi pernikahan dan lain-lain.

Seni pertunjukan tradisional sekarang ini keadaannya semakin memprihatinkan, panggung hiburan gulung tikar karena ditinggal penonton sehingga tidak ada pemasukan atau uang. Keadaan seniman yang hanya mengandalkan kehidupannya dari sini tentu saja memprihatinkan. Agar tidak berlarut-larut harus dicari jalan keluarnya. Keberadaan atau maju mundurnya seni pertunjukan tradisional sebenarnya dipengaruhi dua hal yaitu seniman (pekerja/pelaku seni) dan masyarakat pendukungnya.
Read more ...