Pages

Pandangan Mengenai Pemilu 2014

Kamis, 27 Maret 2014
Maskot Pemilu 2014 SIKORA
Sikora
Tahun ini adalah momen dimana pertama kalinya saya ikut mencoblos dalam pemilihan DPR, DPRD, dan DPD. Jadi saya ini pemilih pemula. Sempat kemarin relawan demokrasi yang tergabung dalam KPU datang ke sekolah saya. Mereka mensosialisasikan perihal tata cara mencoblos untuk 9 April nanti. Ketika itu kami diberitahu bahwa kita hanya boleh mencoblos satu saja dalam satu kolom. Dan hal-hal mengenai surat suara yang sah dan tidak sah. Intinya kami tidak boleh menyia-nyiakan hak pilih dalam pesta demokrasi tahun 2014.

Kalau soal pemilu legislatif saya sudah punya pilihan pada caleg tertentu. Hanya saja ada pertimbangan lain yang harus kita perhatikan bersama. Saya baru saja membaca berita dalam Kompas, "Saran Habibie, Jangan Pilih Partai karena Capres yang Diusungnya", disana dijelaskan menurut eyang Habibie kita perlu melihat visi dan misi partai. Dan juga pada berita lain "Habibie: Pilih yang Muda dan Terbuka" ada kutipan, ”Presiden yang akan datang haruslah berusia 40 tahun sampai 60 tahun, harus bisa menyelesaikan masalah-masalah bangsa dengan tuntas, dan sesuai jadwal. Kita berikan kesempatan bagi yang muda untuk berkembang dan yang muda juga harus lebih baik,” kata Habibie

Bisa tebak siapa capres yang umurnya kisaran 40 sampai 60 tahun? ............ Jokowi, ya Jokowi capres PDI-P. Prabowo, Rhoma Irama, ARB, Wiranto, bapak-bapak hebat ini usianya sudah menginjak lebih dari 60 tahun. Tapi tidak hanya Jokowi saja yang umurnya segituan, ada lagi Pak Anies Baswedan dan Pak Gita Wirjawan. Hanya saja mereka masih dalam tahap konvensi dalam Partai Demokrat.

Saya sendiri bingung mau pilih capres yang mana. Bagaimana dengan anda? Apakah anda sudah menetapkan capres pilihan anda nanti? Saya itu sebelumnya menjagokan Pak Prabowo. Saya menilai Bapak ini sudah mempunyai visi dan misi yang jelas, sudah mengetahui langkah-langkah apa saja bila nanti ia jadi Presiden RI. Anda bisa lihat pada akun twitter @Gerindra, biasanya akan ngetweet program-program nyata apabila Prabowo jadi Presiden. Dan menurut saya program-programnya cukup baik.

Yang jadi minus dari Pak Prabowo yaitu 'dosa lamanya'. Suatu hari saya terang-terangan di depan bapak saya mendukung Pak Prabowo, tapi bapak saya nyeletuk "Orang itu kan punya masalah di masa lalu, makanya masih banyak orang yang nggak suka". Anda bisa searching sendiri masalahnya, saya nggak mau nulis disini.

Stiker Jokowi 4 Presiden
Stiker Jokowi4Presiden
Bagaimana dengan Jokowi? Saya belum tahu visi dan misi beliau, toh masih hangat-hangat kan beliau diusung menjadi capres PDI-P. Kelebihan Pak Jokowi ialah langsung turun melihat masalah di jalan. Masyarakat Indonesia rindu mengimpikan sosok pemimpin seperti ini. Karena ya selama ini mereka sulit sekali melihat pemimpin mereka. Bisa dikatakan Jokowi ini Pemimpin yang peduli pada rakyat yang baik, ingat pada rakyat yang baik loh ya.

12 Partai Nasional
Saya akan mempertimbangkannya lebih lanjut ketika menjelang pemilu presiden. Toh nanti juga ada debat capres, santai aja dulu. Sekarang intinya pilihlah caleg yang beres, kalo nggak tahu mana yang beres ya udah coblos aja partai yang visi dan misinya bagus untuk rakyat yang baik.... ingat rakyat yang baik.

Omong-omong soal pemilu, bagaimana kalo saya jelaskan lebih lanjut mengenai pemilu tahun 2014 ini.

Sistem Pemilu

Saat ini pemilihan umum di Indonesia menggunakan sistem perwakilan berimbang atau proposional terbuka, dimana perolehan kursi sebuah partai pemilu seimbang dengan jumlah suara. Termasuk perolehan kursi dari sisa suara yang diberikan kepada partai yang memiliki suara tebesar. Ada 560 kursi di DPR-RI sedangkan jumlah kursi DPRD provinsi dan kabupaten/kota berdasarkan jumlah penduduk.

Khusus untuk Dewan Perwakilan Daerah tersedia 132 kursi, alokasinya menggunakan sistem distrik berwakil banyak di mana calon dipilih berdasarkan suara tebesar.

Bagaimana Menghitung Perolehan Kursi DPR-RI

  • KPU menetapkan partai yang memenuhi parliamentary treshold atau ambang batas suara 3,5% atau lebih dari jumlah suara nasional.
  • KPU menghitung Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) di masing-masing daerah pemilihan.
  • Partai yang memiliki jatah kursi di DPR akan meilih calon-calon legislatif dengan total perolehan suara terbanyak.
  • Khusus anggota DPD maka calon terpilih ditentukan dari perolehan empat suara terbanyak.

Bagaimana Sistem Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden

Pemilu Presiden dan wakil presiden diselenggarakan setelah pemilu legislatif 9 April 2014. Menggunakan two round system (sistem dua putaran), presiden dan wakil presiden adalah pasangan yang meraih lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provnsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provisi di Indonesia. 

Apabila belum ada pasangan yang memenuhi suara 50%+1 maka pemilu berlanjut ke putaran kedua dengan dua pasang calon suara terbanyak.

Syarat-Syarat Ikut Memilih

WNI, 17+, sudah atau pernah menikah, terdaftar sebagai pemilih tidak sedang dicabut hak pilihnya oleh pengadilan, bukan anggota TNI/POLRI atau sudah purnawirawan.

Saat memilih pastikan TPS sesuai dengan undangan pemberitahuan (C4). Dalam kondisi terpaksa tak dapat menggunakan hak di TPS yang ditetapkan, kita dapat mencoblos di TPS lain.

Apabila sedang menjalani rawat inap, kita tinggal melaporkan  KPPS terdekat, atau KPPS bisa mendatangi RS tempat kamu dirawat 

Mudah bukan, jadi jangan lupa 9 April 2014 karena suara kita menentukan masa depan bangsa. Satu lagi, jadilah masyarakat yang baik, karena masyarakat yang baik pasti memilih pemimpin yang baik.

20 komentar:

  1. Wah pemilih pemula tho?
    Ayo pilih Bang Haji, kalo belum yakin.... berangkat ke blog ane

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, bahaya nih bro. Takutnya masyarakat Indonesia malah begadang and judi teros *piss*.

      Menurut saya nih Bang Haji belum punya kompetensi di dunia politik. Mending Bang Haji memajukan dangdut untuk go internasional aja.

      Hapus
  2. yeay aku yang pertama komen


    hehehhehe

    kalo aku harapannya ada di sini bang

    http://www.honeylizious.com/2014/03/politik-uang-nyepam-iklan-sampah.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah mba! wkwk, komennya tadi masih disembunyiin.

      Hapus
  3. Wis lengkap, makin paham setelah baca ini.
    Iya sama, nenek saya juga bilang kalau Pak Prabowo punya dosa dimasa lalu. Dosanya parah.
    Dan perkataan eyang Habibie saya juga pernah dengar di Matanajwa, rata2 capres yang dikasih lihatkan Najwa ke eyang Habibie nggak masuk kriteria kecuali Jokowi hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh di Mata Nazwa juga ada ya.... ya seperti itulah

      Hapus
  4. hayooo baru pertama kan??? gunakan haknya dengan sebaik-baiknya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pastinya, memilih pemimpin yang benar dan baik.

      Hapus
  5. Kok saya baru tahu kalau Pak Prabowo itu usianya sdh lbh dr 60 tahun ya? BUkane masih 50an gettu?

    Saya setuju jika usia presiden msh usia produktif, [selain kriteria utama capability, integritas dan komitmen].

    Tapi kalau mbahas soal "cerita" masa lalu, semua org punya kisah kan dimasa lalu. Yg kita lht bgm dia saat ini dan komitmennta ke depan, bukankah ini yg selalu disampaikan oleh para motivator?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo nggak salah usia Pak Prabowo udah 63 tahun. Nah masalahnya adalah saya dengar-dengar Pak Prabowo belum minta maaf atau apalah kepada para korban-korban. Padahal sih kan Pak Prabowo itu memenuhi tugasnya. Tapi ya seperti itulah, kayaknya ada lawan politik yang ingin menjatuhkan Pak Prabowo.

      Hapus
  6. Sebentar-sebentar... kayaknya saya harus kasih selamat dulu deh buat Abang Goyes, selamat menjadi pria dewasa Abang Goyes, eh salah.. selamat menggunakan hak pilihnya.. :D
    Kayaknya untuk urusan Pemilu saya harus belajar kepada Abang Goyes karena Abang Goyes masih cobloser pemula yang belum berpengalaman dan masih segar bicara politik. Justru yang muda dan segar begini lebih mengerti siapa-siapa yang layak untuk dicoblos haha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah saya jadi ke'gr'an mba, wkwk. Mba kebetulan aja ketemu saya. Saya sendiri kalo liat cara pemilihan orang lain (ini menurut pengamatan saya sendiri) malah berbeda.

      Di tempat saya, mereka memilih masih berdasarkan 'apa yang diberikan sewaktu kampanye' dan mereka akan melihat apakah program caleg itu pro kepada pekerjaan mereka atau tidak. Kalo pro ya dipilih, kalo nggak ya maaf aja

      Mereka beralasan caleg itu kalo sudah menjabat pasti jadi lupa dan sombong. Makanya mereka berpendapat langsung aja dapetin apa yang dikasih sewaktu kampanye, mumpung calegnya lagi masih ingat dan tidak sombong.

      Hapus
  7. Pilihlah dengan baik dan benar, pikir-pikir lah sebelum memilih. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. tentu saya mikir dulu lha. Masa saya milihnya make sistem GPJ.... gimana pakunya jatuh, wkwk

      Hapus
  8. siapa pun pilihannya yang penting tidak golput...

    BalasHapus
  9. kalo bingung mau milih siapa, pake undian aja. yang penting jangan golput.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, parah nih, emangnya undian abang-abang lotre apa.....wkwk

      Hapus
  10. Jokowi mungkin belum teruji secara nasional, namun progress nyata yang dia berikan cukup memberikan hasil. Berbeda dengan calon lain yang hanya progress janji yang makin manis terdengar

    BalasHapus

1. Anda boleh berkomentar memakai 'Name/URL'
isi kolom Name dengan 'keyword' blog anda! guna optimasi blog
2. Jangan SPAMMING!!!
3. Dan jangan masukkan LINK aktif

Silahkan berkomentar! Terimakasih