Pages

IQ Tinggi Vs IQ Standar [Positive Thinking]

Rabu, 14 Agustus 2013
positive thinking

Cerita Tentang Positive Thinking


Cerita ini menunjukkan berprasangka yang baik (positive thinking) , media pengajaran yang berguna untuk guru. Ngomong-ngomong tentang IQ, apakah kalian sudah tahu tentang IQ kalian masing-masing? Apakah kalian termasuk yang IQ tinggi atau IQ standar? Kalau belum tahu coba masuk ke tes iq gratis blog ini.

Sebuah Universitas sedang mengadakan penelitian yang melibatkan anak-anak dengan IQ rata-rata (standar) dan anak-anak pintar artinya IQ mereka diatas rata-rata. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu, korelasi antara tingkat memahami sesuatu dengan tingkat intelegensi atau IQ seseorang. Apakah yang IQnya tinggi lebih cepat mengerti dibandingkan dengan yang IQnya standar? Nah, diadakanlah uji coba.

Pertama-tama dibentuk 2 kelompok, yaitu kelompok A dan B. Kelompok A merupakan anak-anak yang mempunyai IQ standar dan B merupakan anak-anak yang mempunyai IQ tinggi. Kemudian dipanggillah seorang Professor untuk mengajarkan sesuatu yang baru untuk mereka. Apakah yang terjadi? Ya belum terjadi apa-apa, wong professornya juga belum datang, hehe.

Nah, sebelum professor datang, para peneliti menukar label kelompok anak-anak tersebut. Maksudnya para peneliti ‘berbohong’ kepada professor, mereka berkata “kelompok A ( yang sebenarnya IQ standar) adalah anak-anak yang IQnya tinggi” begitu juga sebaliknya dengan kelompok B. Mereka berkata juga bahwa “kelompok B adalah anak-anak yang IQnya standar” padahal kebalik, ya ini memang disengaja oleh para peneliti.

Dengan semangat sang Professor mengajar dikelompok A yang diketahuinya adalah golongan IQ tinggi. Ternyata eh ternyata, mengagumkan anak-anak kelompok A deengan segera dapat memahami apa yang diajarkan sang Professor.

Setelah itu Professor pindah ke kelompok B yang diketahuinya adalah golongan IQ standar. Belum apa-apa Profesor sudah mengeluh duluan, dalam pikiran dia “wah, pasti mereka akan sulit mengerti tentang apa yang kuajarkan ini”. Segera Professor tersebut mengajarkan hal baru pada kelompok B.

Setelah semuanya selesai diajarkan, Professor kemudian menyimpulkan, bahwa anak-anak yang di A (yang notabene IQnya standar) lebih cepat paham dibanding yg di B (yang notabene IQnya tinggi). Dan ternyata kelompok A yang IQnya standarlah yang lebih mudah paham dibanding kelompok B yang IQnya tinggi. Mengapa?

Yang terjadi pada penelitian ini disebut SELF IMAGE yang salah pada sang pengajar atau sang professor. Self Image yagn salah negatif bisa disebut prasangka negatif membuat sang Professor lebih bersemangat mengajar pada kelompok A daripada kelompok B. Saat anak-anak yang berada di kelompok A tidak paham, sang professor tanpa sadar (karena semangat) berupaya menyederhanakan ucapannya. Berbeda dengan saat mengajar di kelas B, saat mereka belum paham, sang professor langsung berasumsi yah dasar IQ standar

Saya mengutip dari dialog Mr.Han dalam film The Karate Kid

"Tidak ada murid yang buruk, yang ada adalah cara guru ketika mengajar yang buruk

Kesimpulannya prasangka kita menentukan masa depan kita. Pesan saya terhadap guru-guru, ajarilah murid bapak/ibu dengan cara yang terbaik, karena

“Murid yang berilmu pasti ada sosok guru yang mengajarkannya”


Ya, ajarkanlah murid bapak/ibu sampai dia mengerti akan ilmunya. Pesan moral, jangan lagi berprasangka buruk untuk semua hal, jadilah orang bijak: 

“Positive thinking!”

27 komentar:

  1. Bagus deh gan artikelnya ,, emang kita harus selalu positive thinking dalam menjalankan apapun :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih gan, semoga kita selalu positive thinking dalam menjalani hidup ini -amin-

      Hapus
  2. bagus gan artikelnya, boleh ijin repost?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh aja, asal kata-katanya diubah lagi! 80% tidak boleh ada yang sama. Kalau asal COPAS, merugikan saya dan anda. Syaratnya sih sederhana, join this site, masukkan saya dalam lingkaran anda, dan like fanpage blog ini. Terimakasih.

      Hapus
  3. Oh ternyata seperti itu, jadi tahu saya, menarik sekali, dan sangat bermanfaat, ditunggu ya kunjungan baliknya

    BalasHapus
  4. emang ya positif thinking itu penting banget, apalagi di dunia ajar mengajar

    BalasHapus
  5. makasih buat tulisannya...

    BalasHapus
  6. self imgae ya, nice post, nambah ilmu :)

    BalasHapus
  7. Postingannya bagus :) followback blog gue dong http://ekienglandmuse.blogspot.com/

    BalasHapus
  8. berarti murid tergantung pada gurunya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak gitu juga kali bro, pertama kita harus paham dahulu bahwa guru hanya pembuka pintu sedangkan yang memasuki pintu itu adalah kita sendiri. (Pahami dulu kalimat ini)

      Jadi kalo guru itu bisa membuka pintu itu selebar mungkin, kita pun nyaman untuk memasukinya. Ngerti nggak?

      Hapus
  9. Nice post! Guru kan kalo ngajar mesti adil, ga pilih2 :p

    BalasHapus
  10. ya memang harus positif thinking dalam segala hal.. tetep semangat...

    BalasHapus
  11. keren postingannya gan moga kita slalu positive thingking

    BalasHapus
  12. You are what you think. Bagus gan artikelnya

    BalasHapus
  13. kunjungi http://technokers.com/kosmetikoriflame/2015/06/22/kosmetik-oriflame-spesial-ramadhan-dan-idhul-fitri/

    BalasHapus

1. Anda boleh berkomentar memakai 'Name/URL'
isi kolom Name dengan 'keyword' blog anda! guna optimasi blog
2. Jangan SPAMMING!!!
3. Dan jangan masukkan LINK aktif

Silahkan berkomentar! Terimakasih