Pages

Lebih Kenal Dengan Pencemaran Air

Kamis, 23 Januari 2014

DEFINISI PENCEMARAN AIR

Definisi pencemaran air menurut Surat Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor : KEP-02/MENKLH/I/1988 Tentang Penetapan Baku Mutu Lingkungan adalah : masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energy dan atau komponen lain ke dalam air dan atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau sudah tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (pasal 1).

Dalam pasal 2, air pada sumber air menurut kegunaan/ peruntukannya digolongkan menjadi :
  • Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.
  • Golongan B, yaitu air yang dapat dipergunakan sebagai air baku untuk diolah sebagai air minum dan keperluan rumah tangga.
  • Golongan C, yaitu air yang dapat diperguunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan.
  • Golongan D, yaitu air yang dapat dipergunakan untuk keperluan pertanian, dan dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan, industry, dan listrik negara.

Menurut definisi pencemaran air tersebut di atas bila suatu sumber air yang termasuk dalam kategori golongan A, misalnya sebuah sumur penduduk kemudian mengalami pencemaran dalam bentuk rembesan limbah cair dari suatu industry maka kategori sumur tadi bukan golongan A lagi, tapi sudah turun menjadi golongan B karena air tadi sudah tidak dapat digunakan langsung sebagai air minum tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu. Dengan demikian air sumur tersebut menjadi kurang/tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

SIANIDA DAN BAHAN ANORGANIK LAINNYA DI DALAM AIR

Kebanyakan dari bahan pencemar anorganik yang penting terdapat sebagai unsure-unsur renik. Sianida CN- merupakan salah satu bahan pencemar anorganik yang paling penting. Dalam air sianida terdapat sebagai HCN, atau asam lemak dengan pKg = 6 x 10-10. Ion sianida mempunyai afinitas kuat terhadap banyak ion logam, misalnya membentuk ferrosianida yang relative kurang beracun, Fe(CN)64-, HCH merupakan gas yang mudah menguap dan sangat beracun.

Sianida banyak di gunakan secara luas dalam industry, terutama untuk pembersih logan dan pengelasan listrik. Gas ini merupakan salah satu gas utama efluen pencemar dari dapur gas dan oven-oven batu bara. Sianida di gunakan pula dalam prosesing mineral-mineral tertentu, seperti dalam pencucian bijih emas.

Bahan pencemar anorganik lainnya adalah ammonia, karbondioksida, hydrogen, sulfide, nitrit dan sulfit. Kehadiran senyawa nitrogen dalam bentuk ammonia yang cukup banyak memberikan masalah yang cukup besar terhadap kualitas air.

AMONIA merupakan produk utama dari penguraian (pembusukan) limbah nitrogen organic yang keberadaannya menunjukan bahwa sudah pasti terjadi pencemaran oleh senyawa tersebut. Ammonia kadang-kadang di tambahkan ke dalam bahan air untuk minum atau sember air dengan pE rendah kemudian akan bereaksi klor untuk menyediakan “sisa klor” (pada proses penjernihan air minum). Ketika pKa dari ion ammonium, NH4+, 26 kebanyakan dari ammonia dalam air terdapat sebagai NH4+ dari pada NH3.

HIDROGEN SULFIDA, H2S, dihasilkan dari proses pembusukan bahan-bahan organic yang mengandung belerang oleh bakteri anaerob juga sebagai hasil reduksi dengan kondisi anaerob terhadap sulfat oleh mikroorganisme dan sebagai salah satu bahan pencemar gas yang dikeluarkan dari air panas bumi. Bahan-bahan pencemar dari industry kimia, pabrik kertas, pabrik tekstil dan penyamakan kulit dapat mengandung H2S merupakan asam lemak dengan harga pKa (1) = 6,99 dan pKa (2) = 12,92. Ion S2- tidak pernah di temukan dalam perairan alami yang bersifat normal. Ion sulfide mempunyai affinitas yang menakjubkan dengan banyak logam-logam berat dan pengendapan dari logam-logam sulfide sering kali menyertai terbentuknya H2S.

KARBON DIOKSIDA bebas, CO2, sering kali terdapat dalam air konsentrasi tinggi sehubungan terjadinya pembusukan bahan-bahan organic, karbon dioksida di gunakan untuk “melunakkan” air, pada proses rekarbonisasi dalam pengolahan air. Kandungan CO2 yang cukup tinggi, air akan lebih bersifat korosif dan akan membahayakan kehidupan akuatik.

Ion NITRIT, NO2- terdapat dalam air sebagai “an intermediate Oxidation State” dari nitrogen. Kadang kala nitrit di tambahkan pada beberapa proses industry untuk mencegah terjadinya korosi. Jarang terdapat pada air minum pada konsentrasi lebih dari 0,1 mg/l.

Ion SULFIT, SO32-, ditemukan dalam beberapa air limbah industry. Natrium sulfit biasa ditambahkan “to boiler feed waters” sebagai penangkap oksigen :
            2 SO32- + O2 à 2SO42-
Bila pKa(1) dari asam belerang 1,76 dan pKa(2) = 7,20 sulfit terdapat sebagai HSO3- atau SO32- dalam perairan alami tergantung pada pH. Perlu dicatat bahwa hidrazin, N2H4, juga dapat berfungsi sebagai perangkap oksigen. Semoga artikel ini dapat berguna buat kalian semua. Dan saya ingatkan jangan buang samapah di sungai!!!

4 komentar:

  1. Air adalah sumbeer kehidupan kita, sebagai manusia dan yang paling bertanggung jawab kita harus menjaga ke bersihan air itu sendiri jangan sampai tercemar. Setuju


    vivamaulana,blogspot.com

    BalasHapus
  2. mantapgan info nya
    sangat menarik untuk dibaca
    terimakasih atas info nya yang sangat bermanfaat

    BalasHapus

1. Anda boleh berkomentar memakai 'Name/URL'
isi kolom Name dengan 'keyword' blog anda! guna optimasi blog
2. Jangan SPAMMING!!!
3. Dan jangan masukkan LINK aktif

Silahkan berkomentar! Terimakasih