Pages

Contoh Naskah Drama

Senin, 29 Oktober 2012

Sob, kali ane mau bagi  contoh naskah atau teks drama, yang pemainnya bisa berapa aja. Bahkan (menurut saya) cerita mudah untuk diedit, misal salah satu pemain diilangin, tapi alur juga akan berubah, namun berubahnya ngak berubah amet. Langsung saja deh simak. 


Di sebuah kerajaan, hiduplah seorang raja bernama Ken Arok. Dia adalah seorang raja yang tampan dan gagah. Pada suatu hari, dia berburu ke hutan ditemani oleh pengawalnya yang bernama Patih Gajah Mada.

Ken Arok : “ ahh, sial...meleset lagi!! ”
Patih Gajah Mada : “ sabarlah Tuanku, mari kita cari buruan lain!”

            Ketika keduanya sedang mencari-cari mangsa, tiba-tiba mereka menemukan sebuah selendang.

Patih Gajah Mada : “ Tuan lihat! Ada sebuah selendang! Indah sekali...”
Ken Arok  : “ Betul Patih! Indah sekali selendang itu! Siapakah kiranya pemilik selendang itu?”
Patih Gajah Mada : “ Lihat kesana Tuanku!... ada seorang putri cantik yang sedang mencuci pakaian. Mungkinkah selendang ini milik putri itu?”
Ken Arok : “ Ya, saya setuju denganmu Patih. Patih simpan selendang itu!”

            Kemudian Sang Raja dan Patih mendekati putri itu. Terlihat sang putri sedang mencari-cari selendangnya.

Ken Arok : “ Hai Putri Cantik! Apa yang sedang kau lakukan?”
Nawang Wulan                       : (kaget) “A...aku sedang mencari selendangku. Tanpa selendang itu aku tidak bisa pulang ke negeriku”
Ken Arok : “ Tenanglah Putri! Aku akan membantumu. Siapa namamu Putri?”
Nawang Wulan : “ Terimakasih, namaku Nawang Wulan. Siapa kau?”
Patih Gajah Mada : “ Dia adalah Raja Ken Arok. Tuanku ini adalah seorang raja di negeri ini.”
Ken Arok : “ Hmmm...begini Putri, jika kau tak menemukan lagi selendangmu, maukah kau ikut pulang ke istana dan menikah denganku?”
Nawang Wulan : “ Apa?? Menikah?? (terdiam)... hmmm baiklah, tapi berikan aku waktu untuk mencari selendang itu.”

Nawang Wulan telah menyerah untuk mencari selendangnya. Nawang Wulan pun terpaksa memilih untuk menikah dengan Ken Arok.
Tiga tahun kemudian.......

Nawang Wulan : “ Suamiku...aku merasa sedih. Karena sampai saat ini kita belum juga mendapat keturunan.”
Ken Arok : “ Sabarlah istriku! Mungkin belum saatnya Tuhan memberikan anak untuk kita berdua.”
Patih Gajah Mada : “Maaf, saya memotong pembicaraan Tuanku. Menurut saya, bagaimana jika Tuan mencoba untuk meminta pertolongan pada Nyi Roro Kidul.”
Ken Arok : “Kalau memang dia bisa menolongku, tunjukan aku tempat Nyi Roro Kidul!”
Patih Gajah Mada : “Tuanku pergilah ke Laut Kidul, lalu masuklah ke dalam gua yang berada disana!”

Mau tak mau Ken Arok dan Nawang Wulan beserta Patih Gajah Mada pergi menemui Nyi Roro Kidul untuk meminta pertolongan agar mendapatkan keturunan.

Patih Gajah Mada : “Permisi...!”
Nyi Roro Kidul : “Kemarilah!”
Nyi Roro Kidul : “Saya tahu kalian datang untuk meminta pertolonganku agar mendapat ketutunan, benarkah begitu?”
Nawang Wulan : “Bagaimana Nyai bisa tahu?”
Nyai Roro Kidul : “Hahaha, apakah kau sedang bercanda? Aku ini seorang Nyi Roro Kidul! Tapi ada satu syarat yang harus kalian penuhi.”
Nawang Wulan : “Apa syarat itu Nyai?”
Nyi Roro Kidul : “Syaratnya mudah. Jika anak yang kau lahirkan adalah perempuan, maka serahkanlah dia padaku setelah berusia 11 tahun.”
Nawang Wulan & Ken Arok : (terdiam).. “Baiklah kami terima syarat itu.”
Nyi Roro Kidul : “Kalau begitu sekarang ambilah permen yang ada di hadapanmu, kemudian makanlah di saat kamu tiba di rumah.”

Akhirnya, Nawang Wulan pun melakukan hal yang diperintahkan Nyi Roro Kidul. Sembilan bulan kemudian, Nawang Wulan melahirkan 2 anak kembar 1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.
Sebelas tahun kemudian.....

Jun : “Adikku, sedang apa kau disini?”
Permen Emas : “Oh Kakak!, aku sedang bermain dengan boneka kesayanganku.”
Jun : “Wahhh cantik sekali. Siapa nama boneka itu?”
Permen Emas : “Namanya boneka Jinny, Kak”

Tiba-tiba Nawang Wulan datang....

Nawang Wulan : “Nak, sedang apa kalian?”
Jun & Permen Emas : “Kami sedang bermain, Bu.”
Nawang Wulan : “Nak, ada satu hal yang ingin Ibu sampaikan.”
Jun & Permen Emas : “Apa itu, Bu?”
Nawang Wulan : “Begini Nak, sepertinya kini saatnya kalian untuk berpisah.”
Jun : “Kenapa Bu? Kami adalah anak kembar, kenapa Ibu tega sekali memisahkan kami?”
Patih Gajah Mada : “Begini, izinkan saya menjelaskan. Dulu orang tua kalian membuat perjanjian dengan Nyi Roro Kidul, sebagai imbalannya, Permen Emas harus diserahkan kepada Nyi Roro Kidul pada usia 11 tahun.”
Nawang Wulan : “Betul, dan sekarang Patih Gajah Mada akan mengantarkan Permen Emas ke hutan untuk di sembunyikan.”
Jun : “Kalau begitu aku ikut ya, Bu?”
Nawang Wulann : “Jangan Nak, itu berbahaya.”
Jun : “Pokoknya aku ingin ikut, Bu. Ayo Permen Emas kita pergi!”
Nawang Wulan : “Yasudahlah jika itu maumu, berhati-hatilah Nak!”

Mereka pun pergi ke hutan untuk menyembunyikan permen dari kejaran Nyi Roro Kidul. Namun tiba-tiba Nyi Roro Kidul datang dan menghadang mereka disana.

Nyi Roro Kidul : “Mau lari kemana kalian, hah? Kalian tak akan bisa lari dariku, Ha...ha...ha...”
Patih Gajah Mada : “Jaga ucapanmu! Kalau kau ingin menangkap mereka, langkahi dulu mayatku! Jun, Permen...cepat kalian lari!”

Terjadilah pertempuran antara Patih Gajah Mada dan Nyi Roro Kidul. Namun Patih Gajah Mada akhirnya kalah.

Nyi Roro Kidul : “Ha...ha...ha akhirnya kau kalah juga. Permen Emas tunggu aku, Hi...hi...hi”

Permen Emas terjerat oleh kekuatan Nyi Roro Kidul.

Permen Emas  : “Dewa...tolong aku, selamatkan aku!”
Nyi Roro Kidul : “Tidak...tidaak...apa yang terjadi? Permen Emas ku kutuk kau....aaaa”

Karena do’a Permen Emas, Nyi Roro Kidul lenyap dan Permen Emas pun selamat. Tetapi ia tidak bisa kembali ke keluarganya ingatannya telah hilang akibat sihir Nyi Roro Kidul. Sedangkan Jun kembali lagi ke istana. Di istana pun Nawang Wulan sedang menunggu kedatangan Jun dan Patih Gajah Mada dengan gelisah.

Jun : “Ibu...Ibu...!!!” (sambil menangis).
Nawang Wulan : “Ada apa Nak? Mengapa kau menangis?”
Jun : “Aku terpisah dengan Permen Emas, dan sekarang Permen Emas hilang Bu!”
Nawang Wulan : “Ohhh tidak, Ya Tuhan betapa malang nasib anakku!...Hah, apa itu?” (sambil menunjuk sebuah selendang, kemudian mengambilnya) ahhh, ini kan selendangku!.”
Jun : "Selendang apa itu bu ?"
Nawang Wulan : "Nak..,ibu telah menemukan selendang ibu , ibu telah lama mencari nya,sepertinya ibu harus pergi..,selamat tinggal nak"


Nawang wulan pun pergi....

Jun : "Ibuuu.. jangan tinggalkan aku bu.."
Ken Arok : "Ada apa jun,apa yang terjadii.. ?"
Jun : "Ibu pergi... terbang dengan selendang nya"
Ken Arok : "Apaa?" (Kaget dan terdiam sejenak) lalu kemana pergi nya permen emas dan patih gajah mada?
Jun : "Patih gajah mada sudah meninggal ayah,sedangkan permen emas hilang entah kemana" (Jun menangis sedih)

Ken Arok pun hanya bisa diam terpaku menyaksikan kenyataan yang ada.

Karena kesedihan Jun yang amat mendalam , ia selalu menumpahkan isi hatinya pada boneka kesayangan permen emas.

Jun : "Boneka Jinny,aku sedih aku rindu pada kembaranku
(Saat menangis air mata Jun menetes di boneka Jinny,dan tiba-tiba boneka j jinny pun hidup)
Boneka Jinny  : "Tenang lah Jun ttidak usah besedih,aku ada di sini bersamamu"
Jun : "Hahhh... ?! Siapa kauu ?"
Boneka Jinny : "Tenang Jun aku ini boneka Jinny ,aku hidup karena kesedihanmu yang amat mendalam,aku juga tahu bahwa permen emas masih hidup,dan takdir akann mempersatukan kalian kembali beberapa tahun yang akan datang"
Jun : "Benarkah ? ohh syukurlah terimakasih boneka Jinny"
Boneka Jinny : "Benar,dan aku akan berubah kembali menjadi boneka untuk selama-lamanya jika kau telah bersatu kembali dengan kembaranmu. Oh iya Jun jika kau butuh bantuanku panggil saja namaku 3x ..... okee "
Boneka Jinny pun berubah lagi menjadi boneka.

Enam tahun kemudian,Permen emas tumbuh menjadi gadis yang cantik dan mirip sekali dengan Nawang Wulan.Namun namanya kini telah berganti menjadi Timun emas dan dia sedang dekat dengan seorang pria bernama Anusapati.

Timun Emas : "Anusapati kita sudah lama dekat,kapan kau akan menikahiku?"
Anusapati : "Sabarlah timun emas ,berilah aku waktu untuk mendapatkan pekerjaan terlebih dahulu"
Timun Emas : '"Berapa lama lagi aku harus menunggu?"
Anusapati : "Secepatnya timun emas... , Hmm begini sore ini aku berniat untuk melamar pekerjaan di kerajaan.Bagaimana?"
Timun Emas : "Baiklah kalau begitu,aku akan ikut mengantarmu"

Di kerajaan , Anusapati yang ingin melamar pekerjaan sedang di test di dalam sebuah ruangan.Sedangkan timun ema menunggu di luar. Tiba-tiba Ken Arok datang.
Ken Arok : "Selamat siang nona,siapakah gerangan dirimudan sedang apa kau di sini?"
Timun Emas : "Namaku Timun emas aku sedang mengantar temanku melamar pekerjaan di istana ini"
Ken Arok :  Sembari memperhatikan Timun emas "oh begitu,hmm aku adalah raja di kerajaan ini,kau mirip sekali dengan mantan istriku.Oleh karena itu maukah kau menikah dengan ku ?"
Timun Emas : "Akuu ?! Bagaimana bisa,aku belum bisa menjawab nya tapi akan aku pikirkan"
Ken Arok : "Baiklah aku tidak memaksa kau untuk menjawab nya sekarang. kalau begitu aku masih banyak urusan sampai jumpa lagi timun emas"

Ken Arok pun pergi,dan Anusapati keluar dari ruangan dengan muka yang sedih.

Anusapati : "Timun Emasaku tidak di terima bekerja disini,maukah kau menungguku sebentar lagi saja?"
Timun Emas : "Apaaa?! tidak aku sudah tidak bisa menunggu lagi,sudah habis kesabaranku.Lebih baik aku menerima lamaran Raja Ken Arok"
Anusapati : "Apaa?! Jadi kau akan menikah dengan raja itu ?"
Timun Emas : "Benar Anusapati, selamat tinggal "
Anusapati : "Tidak...Timun emasss Timuun Emass"

Jun : "Selendang apa itu bu ?"
Nawang Wulan : "Nak..,ibu telah menemukan selendang ibu , ibu telah lama mencari nya,sepertinya ibu harus pergi..,selamat tinggal nak"
(Nawang wulan pun pergi)

Jun : "Ibuuu.. jangan tinggalkan aku bu.."
Ken Arok : "Ada apa jun,apa yang terjadii.. ?"
Jun : "Ibu pergi... terbang dengan selendang nya"
Ken Arok : "Apaa?" (Kaget dan terdiam sejenak) lalu kemana pergi nya permen emas dan patih gajah mada?
Jun : "Patih gajah mada sudah meninggal ayah,sedangkan permen emas hilang entah kemana" (Jun menangis sedih)
Ken Arok pun hanya bisa diam terpaku menyaksikan kenyataan yang ada

      Karena kesedihan Jun yang amat mendalam , ia selalu menumpahkan isi hatinya pada boneka kesayangan permen emas.

Jun : "Boneka Jinny,aku sedih aku rindu pada kembaranku
(Saat menangis air mata Jun menetes di boneka Jinny,dan tiba-tiba boneka j jinny pun hidup)
Boneka Jinny : "Tenang lah Jun ttidak usah besedih,aku ada di sini bersamamu"
Jun : "Hahhh... ?! Siapa kauu ?"
Boneka Jinny : "Tenang Jun aku ini boneka Jinny ,aku hidup karena kesedihanmu yang amat mendalam,aku juga tahu bahwa permen emas masih hidup,dan takdir akann mempersatukan kalian kembali beberapa tahun yang akan datang"
Jun : "Benarkah ? ohh syukurlah terimakasih boneka Jinny"
Boneka Jinny : "Benar,dan aku akan berubah kembali menjadi boneka untuk selama-lamanya jika kau telah bersatu kembali dengan kembaranmu. Oh iya Jun jika kau butuh bantuanku panggil saja namaku 3x ..... okee "
Boneka Jinny pun berubah lagi menjadi boneka.

      Enam tahun kemudian,Permen emas tumbuh menjadi gadis yang cantikdan mirip sekali dengan Nawang Wulan.Namun namanya kini telah berganti menjadi Timun emas dan dia sedang dekat dengan seorang pria bernama Anusapati.

Timun Emas : "Anusapati kita sudah lama dekat,kapan kau akan menikahiku?"
Anusapati : "Sabarlah timun emas ,berilah aku waktu untuk mendapatkan pekerjaan terlebih dahulu"
Timun Emas : '"Berapa lama lagi aku harus menunggu?"
Anusapati : "Secepatnya timun emas... , Hmm begini sore ini aku berniat untuk melamar pekerjaan di kerajaan.Bagaimana?"
Timun Emas : "Baiklah kalau begitu,aku akan ikut mengantarmu"
 
Di kerajaan , Anusapati yang ingin melamar pekerjaan sedang di testdi dalam sebuah
 ruangan.Sedangkan timun ema menunggu di luar. Tiba-tiba Ken Arok datang.

Ken Arok : "Selamat siang nona,siapakah gerangan dirimudan sedang apa kau di sini?"
Timun Emas : "Namaku Timun emas aku sedang mengantar temanku melamar pekerjaan di istana ini"
Ken Arok :  Sembari memperhatikan Timun emas "oh begitu,hmm aku adalah raja di kerajaan ini,kau mirip sekali dengan mantan istriku.Oleh karena itu maukah kau menikah dengan ku ?"
Timun Emas : "Akuu ?! Bagaimana bisa,aku belum bisa menjawab nya tapi akan aku pikirkan"
Ken Arok : "Baiklah aku tidak memaksa kau untuk menjawab nya sekarang. kalau begitu aku masih banyak urusan sampai jumpa lagi timun emas"
 
 Ken Arok pun pergi,dan Anusapati keluar dari ruangan dengan muka yang sedih'

Anusapati : "Timun Emasaku tidak di terima bekerja disini,maukah kau menungguku sebentar lagi saja?"
Timun Emas : "Apaaa?! tidak aku sudah tidak bisa menunggu lagi,sudah habis kesabaranku.Lebih baik aku menerima lamaran Raja Ken Arok"
Anusapati : "Apaa?! Jadi kau akan menikah dengan raja itu ?"
Timun Emas : "Benar Anusapati, selamat tinggal "
Anusapati : "Tidak...Timun emasss Timuun Emass"
           
Timun Emus akhirnya menerima lamaran Ken Arok. Raja Ken arok berniat untuk menikahi Timun Emas secepatnya. Dan sekarang penghuni istana sedang sibuk mempersiapkan pesta pernikahan mereka. Sementara Jun mengurung diri di kamar.

Jun : “Boneka Jinni 3x … Ayo hiduplah kamu. Aku sedang membutuhkanmu.”
Boneka Jinny : “Ada apa Jun? kau tampak sedih. Bukankah ayahmu akan mengadakan pesta pernikahan? Seharusnya kamu bergembira.”
Jun : “Ia , tapi aku masih memikirkan Permen Emas. Kapan dia akan kemnbali?”
Boneka Jinni   : “Oh , begitu. Menurut ramalan, sebentar lagi kau akan bertemu dengannya.
Sebentar aku mendapat gambaran masa depan lagi (diam sejenak). Oh tidak , adikmu adalah orang yang akan menjadi ibu tirimu.”
Jun       : “Hah? Yang benar saja.”
Boneka Jinni   : ”Benar, aku tidak mungkin salah. Jun, kamu harus segera menghentikan pernikahan Ayahmu, cepatlah sebelum terlambat.” (Berubah lagi jadi boneka)
           
Langsung saja Jun berlari untuk menghentikan pernikahan Ayahnya. Dia memberitahu Ayahnya untuk menghentikan pernikahan karena Timun Emas sebenarnya adalah anak kandungnya.

Jun       : ”Ayah, Ayah. Hentikan pernikahan ini. Dia adalah Permen Emas , anakumu.”
Ken Arok        : “Hah? Tidak mungkin! Darimana kau tahu kalau dia adalah adikmu?”
Jun : “Benar Ayah! Percayalah padaku! Boneka ini yang telah memberitahuku!”
Ken Arok : “Mana mungkin boneka bisa berbicara? Sini, kemarikan boneka itu, akan Ayah buang jauh-jauh.” (Boneka Jinni di lempar)
Jun : “Ah, jangan Ayah!”
Ken Arok : “Sudahlah Jun, pernikahan sebentar lagi berlangsung, sebaiknya kau diam Jun!”
           
Jun tidak dapat berbuat apa-apa. Di sisi lain Boneka Jinni yang telah di buang oleh Ken Arok tidak dapat mengontrol dirinya dengan baik karena terkena benturan yang amat kuat saat di lempar oleh Ken Arok.

Anusapati : ”Sial, hari ini Timun Emas akan menikah dengan Ken Arok. Aku harus membalas dendam, tapi aku tidak memiliki pedang. Hmmm bagaimana aku mendapatkan sebuah pedang.”
           
Ketika itu datanglah Boneka Jinni.

Anusapati : “Lho orang itu aneh sekali. Hei hati-hati di depanmu ada batu.”
Boneka Jinny : “Aduh ya ampun, aku pusing sekali. Gara-gara aku dilempar oleh Ken Arok, aku jadi tidak bisa mengendalikan dirku. Terimakasih telah menolongku. Namamu  siapa?”

Anusapati : “Ah sama-sama. Namaku Anusapati, kamu tadi menyebut nama Ken Arok. Apakah kamu mengenalnya?”
Boneka Jinny : “Ya, aku mengenalnya dia adalah Ayah dari temanku. Oh... Anusapati karena kau telah menolongku, aku akan mengabulkan satu permohonanmu.”
Anusapati: “Ternyata kau punya masalah dengan Ken Arok ya. Baiklah, aku minta kau buatkan aku sebuah pedang yang bisa membunuh Ken Arok.
Boneka Jinny: “Ya, Ken Arok telah mengambil Permen Emas, aku harus membunuhnya. Ok ! Permintaanmu saya kabulkan. Sekarang ambilah pedang itu dari tasku!”
Anusapati : “<setelah membuka tas> Lho ..... apa ini? Ini kan sisir. Mana bisa aku membunuh dengan sisir ini?”
Boneka Jinny : “Ah, maaf. Baik, akanku coba lagi. Ok, coba sekarang ambil lagi.”
Anusapati: “Ya, ampun. Apa lagi ini. Ini kan sendok!”
Boneka Jinny : “Ah ya ampun. Baik, kali ini tak mungkin salah.”
Anusapati: “Hah? Sebuah pedang! Ken Arok, aku akan membunuhmu.”<lari>
Boneka Jinny: “Tunggu-tunggu. Pedang itu dikutuk, tunggu.” <jatuh>

Anusapati tidak tahu kalau pedang itu dikutuk. Siapapun yang membunuh dengan pedang itu, maka dia akan mati dengan pedang itu pula.

Anusapati: “Ken Arok, kau telah merebut Timun Emas. Akan kubunuh kau!” <lari dan menusukkan  pedang itu ke Ken Arok>
Jun : “Hah?! Ayah! Huh beraninya kau!” <mengambil pedang di perut Ayahnya dan menusukkannya ke AS>
Timun Emas : “Tidak, Anusapati jangan mati. Maafkan aku. Huh, beraninya kau membunuh Anusapati. Rasakan ini <mengambil pedang dari perut AS dan menusukkan ke perut Jun>. Anusapati, aku akan ikut mati bersamamu” <bunuh diri dengan pedang yang sama>

Begitulah akhirnya. Mereka semua mati dengan pedang yang sama. Kemudian, Permen Emas dan Jun tidak bisa bersatu di dunia.

TERIMAKASIH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1. Anda boleh berkomentar memakai 'Name/URL'
isi kolom Name dengan 'keyword' blog anda! guna optimasi blog
2. Jangan SPAMMING!!!
3. Dan jangan masukkan LINK aktif

Silahkan berkomentar! Terimakasih