Pages

Memprediksi Cuaca (part#3)

Senin, 22 Oktober 2012



Melanjutkan postinga Memprediksi cuaca part#1 dan part#2. Kali ini akan saya tuntaskan dalam satu posting saja. Oke langsung saja.


Apa tanda-tanda hujan?

Jawab : Awan kumulonimbus yang gelap mungkin tampak di langit. Perhatikan secara cermat! Jika awan tersebut datang ke arahmu, hujan mungkin akan turun.

Apa tanda hujan lebat dan terus-menerus?

Jawab : Barometer akan menunjukkan turunnya tekanan udara dan langit tampak tertutup awan. Awan tinggi seperti sirostratus akan digantikan oleh awan sedang atau rendah lebih tebal.

Apakah kepercayaan adat dan pengetahuan tradisional tentang cuaca bisa dipercayai?

Jawab : Selama berabad-abad, manusia telah mengamati dunia sekitar mereka untuk membaca tanda-tanda alam mengenai cuaca. Meskipun banyak ‘kepercayaan adat dan pengetahuan tradisional’ tentang cuaca tidak bisa dipercayai, beberapa benda di alam bisa memberikan perkiraan yang cukup akurat.

Contohnya, rumput laut seringkali digunakan oleh peramal cuaca tradisional. Pada musim kemarau, rumput laut kering dan mengkerut. Saat musim hujan daunnya menjadi lebih besar dan tampak basah bila disentuh.









Contohnya lagi, bunga pinus dikatakan sebagai peramal cuaca yang baik. Pada musim kemarau, kelopak bunga pinus akan mekar. Bila kelopaknya kuncup, artinya musim hujan akan tiba.












Tapi ada juga contoh kepercayaan yang salah. Beberapa orang (kebanyakannya di luar negara kita) masih percaya bahwa sapi berbaring ketikan akan turun hujan. Akan tetapi para ilmuwan telah mempelajari banyak kawanan sapi dan mereka mendapati bahwa pendapat orang-orang tersebut ternyata tidak benar






Bagaimana cara mengukur curah hujan?

Jawab : Kamu bisa menggunakan alat tadah hujan sederhana yang dibuat sendiri. Tempatkan sebuah wadah atau ember besar di tengah lapangan atau tempat terbuka. Ukurlah jumlah air yang tertampung dengan menggunakan gelas takaran.

Apa yang selanjutnya dilakukan dengan hasil pengamatanmu?

Jawab : Buatlah catatan tentang hasil pengamatanmu dalam sebuah buku catatan cuaca. Catatlah jumlah awan, arah dan kecepatan angin, dan juga bila ada hujan. Bila kamu mempunyai barometer atau termometer, ukurlah tekanan dan suhu udara pada waktu bersamaan setiap hari. Kamu juga bisa mencatat keadaan tanah. Maksudnya apakah tanah di halamanmu itu basah, lembap, atau kering.

Oke sekian dulu. Sebelumnya maaf teksnya dipisah-pisah. Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1. Anda boleh berkomentar memakai 'Name/URL'
isi kolom Name dengan 'keyword' blog anda! guna optimasi blog
2. Jangan SPAMMING!!!
3. Dan jangan masukkan LINK aktif

Silahkan berkomentar! Terimakasih