Hari Mancing


            Pagi hari sekali, Niko bangun dari tidurnya. Ia memulai kegiatannya dengan melakukan lari pagi di sekitar perumahan Taman Asri. Dia lari mengitari perumahan selama setengah jam / sekitar 2-3 putaran. Selesainya, ia pulang ke rumah, membasuh kaki, kemudian minum air putih 3 gelas dan makan. Selaginya ia makan, ayahnya berbicara, “Bos, ke pemancingan Bandra yuk.”
“Ok, pak.” Ucap Niko dengan santainya.
            Selesai makan Niko bersiap mandi. Setelah mandi ia memakai baju, tapi ia bingung baju mana yang harus dipakainya. Niko bertanya ke mamahnya, “Mah, baju yang kemarin mana?”, bertanya lagi “rompi ijo juga mana nih, mah?”
“Baju kemarin udah dicuci, rompi ada di gantungan baju depan.” Balas mamah Niko.
“Nik, ayo cepetan.....kita berangkat, pancingannya udah siap nih.” Ucap ayah Niko.
“Pak emangnya cacingnya udah dapet?” Tanya Niko.
“Udah kemarin.” Balas ayah Niko sambil memanaskan motornya.
“Iya tunggu bentar.”
            Niko  bersiap dengan pancinganya, begitupun dengan ayahnya. Ayahnya membagi dua umpan-umpan yang ia dapatkan. Kemudian mereka berpencar. “Ayah utara, aku selatan.” Ucap Niko. Dua puluh menit berlalu, Niko belum dapat satupun ikan, padahal ia sudah 3 kali ganti umpan, sedangkan ayahnya baru sekali mendapat ikan itupun ikan yang masih kecil, jadinya dilepas kembali ke kolam. Bisa dibilang kali ini ember mereka nihil.
            Tidak putus semangat, Niko mencoba terus. Sudah 30 menit berlalu, Niko belum mendapat hasil apapun, nampaknya berbanding lurus dengan rau wajahnya nan cemberut. Ayah Niko kali ini berhasil mendapat 1 ikan lele ukarannya sih lumayan besar. Niko bertanya kepada ayahnya, “yah, gimana nih? Kita baru dapet 1 ikan.”
“kayaknya sekarang ikannya masih kenyang-kenyang. Ehm.....gimana sekarang kita istirahat dulu. Kita bakar aja ikan ini.” Tukas ayah.
“siap.” Jawab Niko.        
“mang, nih bakarin.” Kata ayah
“siap.” Jawab tukang bakar ikan
            2 jam berlalu, Niko dan ayahnya kembali memancing , kali ini mereka berasumsi bahwa sekarang pasti ikannya kelaparan karen dari tadi mereka belum melihat penjaga kolam yang memberi makan ikan, terus di sekitar kolam hanya 2 orang yang sedang memancing. Dan disaat itu juga mereka menemukan tak-tik jitu untuk memancing. Mereka bersiap ambil posisi memancing yang pas, kira-kira agak jauhan sama pemancing yang lain. Meraka bersiap mancing, pertama mereka melempar lekpur terlebih dahulu. Beberapa detik kemudian muncul segerombolan ikan menyerbu ke arah terapungnya lekpur. Sesegera mungkin mereka mengulurkan pancingan mereaka ke arah gerombolan ikan.
            Satu ikan masuk........ dua ikan masuk.....tiga ikan masuk, 3 menitnya lagi sepuluh ikan sudah ada di ember. “yah aku dapet banyak nih.” Ucap Niko.
“iya, ayah juga dapet 12.” Ucap ayah
“wah, hebat bapak ya...........dapet banyak ikan.” Kata penjaga pemancingan sambil melihat ember yang dipenuh ikan
“iya, pak.” Balas ayah Niko
“pak, kalo mau, disini ada penawaran kalo dapet 10 ikan besar bisa ditukar dengan pancingan merk areol fisher, bagus lho pak pancingannya mampu mengangkat beban 10 Kg, ya itung-itung biar pas ngangkat pancingannya nggak susah-susah amet, mau nggak pak?” tawar penjaga pemancingan
“ya, boleh.” Jawab ayah Niko
            Sekitar 25 menit berlalu, mereka memutuskan untuk mengudahi mancing-memancing mereka. Mereka mulai menghitung hasil tangkapan mereka satu demi satu. Ternyata mereka mendapat 30 ikan, 27 ikan lele yang ukurannya rata-rata lumayan besar dan sisanya ikan mujair. Memang usaha keras dan pemikiran keras menghasilkan hasil yang memuaskan. Mereka menukar 10 ikan mereka dengan pancingan yang ditawarkan tadi, 5 ikannya dibakar disana, 2 ikan dimakan disana 3 ikannya dibawa pulang. Dan sisanya, yaitu 15 ikan lagi dimasukkan ke kolam ikan milik mereka.
            Niko sangat senang di hari liburnya itu. Ia mendapat banyak pengalaman dan pelajaran untul bekal hidupnya nanti di kemudian hari. Dia pun berangan-angan akan menjadi seorang yang membuka pemancingan umum yang serba ada, maksudnya ada tempat pembakarannya, ada fasilitas pembelian keperluan alat-alat memancing dan alat-alat memelihara ikan, juga ada tempat peternakan ikan, dan yang terakhir tempat penjualan ikan. Dia berharap dapat sukses di esok hari.

Comments